Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Kuota Masih Tersedia, Harga Gas Melon di HSU Justru Meroket Tembus Rp35 Ribu

M Akbar Radar Banjarmasin • Senin, 22 Juni 2026 | 19:56 WIB

 

PERTEMUAN: Ketua Komisi II DPRD HSU H. Mukhsin Haita memimpin rapat koordinasi terkait distribusi LPG 3 Kg yang belakangan dikeluhkan masyarakat di Gedung DPRD HSU, Senin (22/6) jelang petang. (Foto: M.Akbar)
PERTEMUAN: Ketua Komisi II DPRD HSU H. Mukhsin Haita memimpin rapat koordinasi terkait distribusi LPG 3 Kg yang belakangan dikeluhkan masyarakat di Gedung DPRD HSU, Senin (22/6) jelang petang. (Foto: M.Akbar)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Amuntai – Harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) subsidi 3 kilogram di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) terus melonjak dari kisaran Rp25 ribu menjadi Rp35 ribu per tabung di tengah kelangkaan pasokan yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi tersebut mendorong Komisi II DPRD HSU menggelar rapat kerja bersama pemerintah daerah, agen LPG, dan pihak terkait untuk mencari solusi atas persoalan yang dikeluhkan masyarakat.

Rapat yang berlangsung di ruang rapat DPRD HSU, Senin (22/6), dipimpin Ketua Komisi II DPRD HSU H. Mukhsin Haita. Hadir Sekretaris Daerah HSU H. Adi Lesmana, Asisten II Setda HSU Akhmad Rijani, perwakilan Diskuperindag HSU, Satgas LPG 3 Kg, serta para agen LPG yang beroperasi di wilayah Kabupaten HSU.

Sebelumnya, masyarakat di Kota Amuntai dan sejumlah kecamatan mengeluhkan sulitnya memperoleh LPG subsidi 3 Kg. Jika tersedia, harga di tingkat pengecer mencapai Rp35 ribu per tabung, jauh di atas harga yang sebelumnya berkisar Rp25 ribu.

Mukhsin Haita mengatakan kelangkaan dan tingginya harga LPG subsidi telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat serta ramai diperbincangkan di media sosial.

"Kelangkaan dan tingginya harga LPG subsidi ini telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat dan menjadi perbincangan luas di media sosial. Karena itu, Komisi II merasa perlu mendapatkan gambaran yang jelas mengenai kondisi riil di lapangan, mulai dari ketersediaan stok hingga mekanisme distribusinya," ujarnya.

DPRD Minta Distribusi Dievaluasi

Selain membahas penyebab kelangkaan, Komisi II DPRD HSU meminta data kuota LPG 3 Kg yang diterima daerah selama tahun berjalan, termasuk realisasi penyaluran dan sisa kuota yang masih tersedia.

DPRD menilai apabila kuota yang ada belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, pemerintah daerah perlu mengupayakan penambahan kuota kepada pihak terkait.

Mukhsin juga menyoroti pemerataan distribusi LPG subsidi hingga ke wilayah yang selama ini masih mengalami kendala pasokan, terutama Kecamatan Paminggir dan sejumlah daerah lainnya.

Kuota Masih Tersedia

Kepala Diskuperindag HSU H. Kamarudin menjelaskan realisasi penyaluran LPG 3 Kg hingga Mei 2026 mencapai 860.680 tabung atau sekitar 46,43 persen dari total kuota tahunan.

Sementara kuota LPG 3 Kg untuk Kabupaten HSU sepanjang 2026 mencapai 1.853.333 tabung. Dengan demikian, masih tersedia 992.653 tabung yang akan disalurkan hingga akhir tahun.

Dalam rapat tersebut, perwakilan agen LPG menjelaskan bahwa distribusi dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku. Agen juga mengaku pernah mendapat teguran terkait hasil audit sehingga stok LPG harus segera disalurkan pada hari yang sama untuk menghindari dugaan penimbunan.

Menanggapi hal itu, Komisi II mengingatkan seluruh pihak dalam rantai distribusi LPG subsidi agar menjalankan mekanisme penyaluran sesuai aturan. Pengawasan dari tingkat agen hingga pangkalan dinilai penting untuk mencegah penyimpangan yang merugikan masyarakat.

Pemkab Minta Koordinasi Diperkuat

Asisten II Setda HSU Akhmad Rijani menegaskan bahwa persoalan LPG subsidi telah menjadi perhatian pemerintah daerah. Menurutnya, Pemkab HSU telah melakukan langkah antisipatif dengan mengingatkan agen maupun pangkalan agar memperkuat pengawasan distribusi di lapangan.

“Pemerintah daerah telah mengingatkan para agen maupun pangkalan agar memperkuat pengawasan di lapangan. Kami berharap distribusi LPG subsidi dapat berjalan sesuai ketentuan sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah HSU H. Adi Lesmana menilai tingginya jumlah hari libur dalam beberapa waktu terakhir turut memengaruhi kelancaran distribusi LPG di sejumlah wilayah.

“Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri. Diperlukan dukungan dan kerja sama seluruh pihak, khususnya agen dan pangkalan, untuk memberikan informasi secara cepat apabila terdapat kendala distribusi. Tujuannya agar langkah antisipasi dapat segera dilakukan demi kepentingan masyarakat,” tegasnya.

Melalui rapat kerja tersebut, DPRD dan Pemkab HSU berkomitmen memperkuat pengawasan serta melakukan evaluasi berkelanjutan terhadap distribusi LPG 3 Kg guna menjaga ketersediaan pasokan, menekan gejolak harga, dan memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi secara merata.

 

Editor : M. Ramli Arisno
#harga LPG HSU #LPG 3 Kg langka #gas melon Rp35 ribu #distribusi LPG subsidi #DPRD Hulu Sungai Utara