Harga Gas Melon di HSU Mahal, Warga Keluhkan Eceran Tembus Rp35 Ribu
M Akbar Radar Banjarmasin• Senin, 22 Juni 2026 | 14:57 WIB
MAHAL: Gas 3 kilo gram di Kabupaten HSU kembali mengalami kenaikan harga di tingkat pengecer sebesar Rp 28-35 ribu per tabung. (Foto: M.Akbar) RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM
Amuntai – Mahalnya harga elpiji subsidi 3 kilogram atau gas melon di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) kembali dikeluhkan masyarakat.
Di tingkat pengecer, harga yang sebelumnya berkisar Rp28 ribu per tabung kini naik menjadi Rp33 ribu hingga Rp35 ribu.
Kondisi tersebut membuat warga mempertanyakan penyebab kenaikan harga, mengingat pasokan elpiji bersubsidi dinilai masih relatif lancar di sejumlah wilayah.
Salah seorang pengecer, Ian, mengatakan harga elpiji 3 kilogram memang kerap mengalami fluktuasi.
Menurutnya, perubahan harga dipengaruhi oleh harga pembelian dari agen maupun pengepul.
"Harga gas memang naik turun. Kami menyesuaikan dengan harga yang kami dapat dari agen atau pengepul," ujarnya pada media ini, Senin (22/6).
Sementara itu, Mama Ray, warga Kota Amuntai, mengaku heran dengan kondisi di lapangan. Menurutnya, pasokan gas terlihat tetap tersedia, namun masyarakat justru mengeluhkan sulitnya mendapatkan elpiji 3 kilogram dengan harga yang sesuai ketentuan.
"Kalau pasokan lancar, kenapa gas 3 kilogram masih sulit dicari dan harganya terus naik? Ini yang menjadi pertanyaan masyarakat," katanya.
Ia berharap distribusi elpiji bersubsidi dapat diawasi lebih ketat oleh pihak terkait agar penyalurannya tepat sasaran dan tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Warga juga meminta pemerintah daerah bersama instansi terkait melakukan pengawasan terhadap distribusi dan penjualan elpiji subsidi, terutama di tingkat pengecer, guna mencegah potensi penyimpangan yang dapat memengaruhi harga di pasaran.
Hingga kini, masyarakat berharap harga elpiji 3 kilogram dapat kembali stabil sehingga tidak membebani pengeluaran rumah tangga, terutama bagi kalangan ekonomi menengah ke bawah yang menjadi sasaran utama penerima subsidi.
Sementara itu, ketika mencoba mengkonfirmasi Kadis Kuperindag HSU Kamarudin, terkait kenaikan harga gas 3 Kg di tingkat pengecer. Yang bersangkutan masih enggan berkomentar.
"Maaf kami sedang rapat kerja bersama komisi terkait di DPRD HSU," jawabnya singkat.