RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Kotabaru – Langkah nyata melindungi aparatur negara dari ancaman kanker leher rahim (serviks) digelorakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotabaru, Senin (22/6).
Melalui Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI), Pemkab menggelar vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) massal bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) perempuan dan keluarganya.
Aksi peduli kesehatan ini berkolaborasi dengan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kotabaru, BPOM, Bio Farma, serta Glams Klinik.
Agenda yang dipusatkan di Aula H Ansyari Suryadi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kotabaru ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, mulai Senin (22/6) hingga Selasa (23/6).
Sebanyak 250 peserta diproyeksikan menerima suntikan vaksin jaminan kesehatan jangka panjang tersebut.
Asisten Administrasi Umum Setda Kotabaru, Anang Muhammad Zen menegaskan bahwa program ini bukan sekadar seremonial.
Vaksinasi HPV merupakan bentuk proteksi konkret KORPRI terhadap anggotanya.
“Kesehatan itu modal utama untuk mengabdi. ASN yang sehat tentu akan memberikan pelayanan yang jauh lebih optimal kepada masyarakat, sehingga target pembangunan daerah bisa tercapai maksimal,” ujar Anang.
Anang juga mengapresiasi kolaborasi lintas sektor yang berhasil mensukseskan acara ini.
Ia mengingatkan bahwa KORPRI memiliki tanggung jawab moral untuk mendongkrak kualitas hidup para anggotanya, salah satunya lewat intervensi medis pencegahan penyakit.
Diharapkan, momentum ini bisa memicu kesadaran yang lebih luas di lingkungan Pemkab Kotabaru terkait pentingnya deteksi dini dan pola hidup sehat.
Di tempat yang sama, Ananta Nurachman Kepala Bidang Disiplin, Kesejahteraan, dan Informasi (DKI) BKPSDM Kotabaru selaku ketua panitia menjelaskan, dasar pelaksanaan vaksinasi ini merujuk pada UU Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN dan Kepmenkes RI Nomor HK.01.07/Menkes/6779/2021 terkait imunisasi HPV.
Langkah preventif ini juga menjadi bagian dari suksesi Program Sejuta Vaksin Kanker Serviks yang diinisiasi KORPRI Nasional.
"Target kita adalah memperkuat jaminan kesehatan kawan-kawan ASN perempuan dan keluarganya dari risiko kanker serviks. Ini investasi kesehatan jangka panjang,” tutupnya.
Editor : Sutrisno