Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Dua Desa di Tanah Bumbu Jadi Percontohan Ruang Bersama Indonesia

Zulqarnain Radar Banjarmasin • Minggu, 21 Juni 2026 | 14:21 WIB
RUANG ANAK: Anak-anak mengikuti kegiatan pembelajaran. Dua desa di Tanah Bumbu menjadi lokasi percontohan Program Ruang Bersama Indonesia. (Foto: DP3AP2KB Tanah Bumbu)
RUANG ANAK: Anak-anak mengikuti kegiatan pembelajaran. Dua desa di Tanah Bumbu menjadi lokasi percontohan Program Ruang Bersama Indonesia. (Foto: DP3AP2KB Tanah Bumbu)

 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Batulicin - Dua desa di Kabupaten Tanah Bumbu ditetapkan sebagai lokasi percontohan Program Ruang Bersama Indonesia (RBI), program Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) yang bertujuan memperkuat perlindungan perempuan dan anak berbasis desa.

Dua desa yang dipilih yakni Desa Madu Retno di Kecamatan Karang Bintang dan Desa Wonorejo di Kecamatan Satui. Keduanya akan mendapat pendampingan dalam penerapan program tersebut.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Tanah Bumbu, Erli Yuli Susanti, mengatakan Tanah Bumbu menjadi salah satu daerah di Kalimantan Selatan yang mendapat pendampingan implementasi RBI.

Menurut Erli, RBI merupakan pengembangan dari program Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) dengan pendekatan yang lebih luas melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, RBI tidak hanya menjadi ruang pertemuan warga di tingkat desa. Program ini juga menjadi wadah berbagai kegiatan seperti kelas pengasuhan (parenting), edukasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, pendampingan kasus, pelatihan keterampilan, pengembangan usaha perempuan, hingga penyediaan aktivitas anak berbasis permainan tradisional dan kearifan lokal.

"Kami berharap desa percontohan ini mampu menjadi model kolaborasi dalam pemenuhan hak perempuan dan anak di tingkat desa," kata Erli.

Sebagai informasi, sejumlah indikator pembangunan gender di Tanah Bumbu menunjukkan perbaikan. Pada 2025, Indeks Pembangunan Gender (IPG) meningkat menjadi 85,74, sementara Indeks Ketimpangan Gender (IKG) turun menjadi 0,557. Adapun Indeks Kabupaten/Kota Layak Anak mencapai 78,46 dengan kategori Responsif Gender dan Hak Anak.

Editor : Arif Subekti
#ruang bersama #program #Tanah Bumbu #Desa