RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Kandangan - Innalillahi Wainnailaihi Roji'un, kabar duka kembali datang dari jemaah haji asal HSS yang tergabung dalam BDJ Kloter 12.
Salah seorang jemaah bernama H. Agus bin Zainal Arifin meninggal dunia setelah baru sampai di Asrama Haji di Kota Banjarbaru pada Minggu (21/6/2026).
Ketua Tim Koordinator Bidang Penanggulangan Penyakit dan Kesehatan Lanjutan (P2KL), H. Noryamin mengatakan bahwa kesehatan Almarhum mendadak menurun drastis saat sampai lokasi pemondokan.
"Saat pesawat mendarat di Bandara jam 4 pagi sampai ke asrama haji kondisi Almarhum masih stabil. Kemudian menuju ke pemondokan di marwah saat di lobi, beliau mengeluhkan pusing, dan kami cek kesadaran beliau semakin menurun," jelasnya pada media ini.
Sempat Dirujuk ke Rumah Sakit Idaman Banjarbaru
Mengetahui kondisi kesehatan Almarhum tersebut, tim kesehatan segera memanggil Ambulan untuk membawa ke klinik.
"Dari hasil diagnosa di klinik, Almarhum kena serangan jantung, kita bawa ke rumah sakit Idaman Banjarbaru, masuk UGD dilakukan penanganan sesuai SOP, dan Almarhum tidak tertolong. Almarhum meninggal sekitar pukul 07.09 WITA pagi," tambahnya.
Agus melaksanakan Ibadah Haji tidak sendiri, ia bersama istri dan kedua anaknya laki-laki dan perempuan.
"Beliau merupakan warga Kandangan Kota, beribadah haji bersama Istri dan kedua anaknya laki-laki dan perempuan," kata H. Noryamin.
Jenazah segera dibawa ke rumah duka di Kandangan Kota.
"Jenazah langsung kami bawa ke rumah duka di Kandangan Kota menggunakan Ambulan Rumah Sakit. Saya mendampingi di Ambulance bersama pihak keluarga, jam 10 WITA sudah sampai di rumah duka," jelas H. Noryamin.
Sudah Dua Jemaah Haji HSS Meninggal Dunia
Meninggalnya Almarhum menambah daftar jemaah haji yang meninggal. Dengan demikian, sebanyak jemaah BDJ Kloter 12 HSS meninggal dunia. Sebelumnya salah seorang jemaah asal HSS meninggal di Madinah pada Selasa (16/6/2026).
"Dengan demikian, dua orang jemaah haji asal HSS meninggal, 1 orang meninggal di Madinah, dan 1 orang meninggal setelah tiba di Tanah Air," pungkas H. Noryamin.
Editor : Sutrisno