Dekati Warga, Polda Kalsel Hidupkan Seni Madihin dan Hadrah di Banjarbaru
Sheilla Farazela• Minggu, 21 Juni 2026 | 13:37 WIB
MEMUKAU: Pelaksanaan lomba Hadrah yang memakau para penonton di Lapangan Murjani Banjarbaru. (Sheilla Farazela/Radar Banjarmasin)RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarbaru – Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) memilih jalur kebudayaan yang segar untuk mendekatkan diri ke masyarakat pada momentum Hari Bhayangkara ke-80.
Alih-alih menggelar acara formal seremonial di dalam gedung, Polda Kalsel langsung turun ke Lapangan Murjani, Banjarbaru, Minggu (21/6).
Mereka menggelar Festival Seni Budaya Madihin dan Hadrah perdana yang langsung melibatkan 274 peserta.
Total peserta yang bertanding merupakan gabungan dari 13 tim internal Polri dan 7 tim perwakilan masyarakat yang dikirim oleh Polres jajaran dari berbagai kabupaten/kota di Bumi Lambung Mangkurat.
"Kami ingin budaya Kalsel ini tetap lestari dan dicintai generasi muda. Lewat momentum ini, kami ajak masyarakat langsung untuk ikut terlibat dan menikmati," tegas Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan.
Pemilihan Lapangan Murjani sebagai lokasi festival dinilai sangat taktis. Mengambil momentum hari olahraga masyarakat atau Car Free Day (CFD), acara ini langsung menyedot perhatian ribuan warga yang sedang beraktivitas.
Suasana kaku kepolisian seketika mencair saat warga bisa menonton perlombaan secara gratis. Kemeriahan kian lengkap dengan aksi sosial Polda Kalsel yang membagikan makanan serta air minum gratis bagi pengunjung di lokasi.
"Sengaja di sini (Lapangan Murjani) supaya aksesnya langsung ke masyarakat yang sedang olahraga pagi. Jadi mereka bisa langsung melihat performa kebudayaan daerah kita," tambah Kapolda Kalsel.
Data di lapangan menunjukkan kompetisi berlangsung sangat ketat. Sastra lisan Madihin diikuti oleh 36 peserta. Sementara itu, Lomba Hadrah menyedot massa lebih banyak dengan total 238 peserta, yang terdiri atas 1 tim Polri dan 13 tim bentukan masyarakat.
Meski baru mementaskan Madihin dan Hadrah, Polda Kalsel memastikan proyek kebudayaan ini akan terus berlanjut dengan skala yang lebih masif.
Evaluasi dari tingginya antusiasme warga tahun ini menjadi dasar kuat untuk merangkul ragam budaya lain pada kalender acara berikutnya.
"Tahun depan kami targetkan lebih meriah dengan keterlibatan seni budaya yang lebih kaya. Termasuk merangkul saudara-saudara kita dari Dayak yang hari ini belum sempat masuk agenda lomba," jelasnya.
Bagi para pemenang kompetisi Madihin dan Hadrah ini, panitia telah menyiapkan apresiasi bergengsi.
Tidak hanya membawa pulang trofi, mereka juga dipastikan mendapat panggung utama untuk tampil langsung pada puncak peringatan dan syukuran Hari Bhayangkara ke-80 yang dijadwalkan pada 1 Juli mendatang.
Pelaku budaya sekaligus juri festival, Hendra John Tralala, memberikan apresiasi tinggi atas langkah inovatif Polda Kalsel ini.
Menurut putra maestro Madihin legendaris tersebut, keterlibatan aktif kepolisian menjadi angin segar bagi ekosistem kebudayaan lokal.
"Ini terobosan luar biasa, baru pertama kali diadakan rangkaian lomba yang menyentuh akar budaya kita seperti Hadrah dan Madihin," ujar Hendra.
Mengenai eksistensi kesenian Madihin di Kalsel, Hendra menegaskan dedikasi regenerasinya tetap berjalan optimal.
"Untuk regenerasi Madihin, bersyukur seterusnya berkembang. Apalagi kami bergerak bersama komunitas. Semangatnya Madihin ini terus dijaga, dan kebetulan saya sendiri dipercaya sebagai ketua pimpinannya dari Polresta Banjarmasin. Tentunya Madihin itu berkembang," terangnya optimis.