KOTABARU – SMAN 1 Pulau Laut Tengah terus memperkuat program pelestarian lingkungan sebagai bagian dari persiapan menuju penilaian Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional pada 2026.
Sekolah yang berada di Desa Mekarpura, Kecamatan Pulau Laut Tengah, Kabupaten Kotabaru itu menerapkan sejumlah program berbasis lingkungan yang melibatkan seluruh warga sekolah, mulai dari guru, tenaga kependidikan, hingga siswa.
Kepala SMAN 1 Pulau Laut Tengah, Mukhsin, mengatakan program tersebut bertujuan membangun budaya peduli lingkungan sekaligus membentuk karakter siswa agar terbiasa menjaga kelestarian alam.
“Kami ingin budaya ramah lingkungan menjadi kebiasaan sehari-hari bagi seluruh warga sekolah, bukan hanya untuk memenuhi penilaian Adiwiyata,” ujarnya.
Salah satu kebijakan yang diterapkan adalah pembatasan penggunaan plastik sekali pakai di lingkungan sekolah. Siswa diwajibkan membawa tempat makan dan botol minum guna ulang dari rumah sebagai upaya mengurangi volume sampah.
Selain itu, sekolah menjalankan gerakan One Person One Plant atau satu orang satu tanaman. Melalui program tersebut, setiap warga sekolah diminta menanam dan merawat sedikitnya satu tanaman di lingkungan sekolah guna meningkatkan ruang terbuka hijau.
Pada kegiatan tersebut, warga sekolah juga melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik. Sampah yang terkumpul kemudian dikelola melalui program daur ulang.
Sampah organik berupa sisa buah dan sayuran diolah menjadi cairan eco-enzyme yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk cair organik dan pembersih alami. Sementara daun kering diproses menjadi kompos untuk kebutuhan pemupukan tanaman di lingkungan sekolah.
Melalui berbagai program tersebut, SMAN 1 Pulau Laut Tengah menargetkan dapat memenuhi standar penilaian Sekolah Adiwiyata Nasional pada 2026 sekaligus meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan siswa.
Editor : Nurhidayat