RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, RANTAU– Pemerintah Kabupaten Tapin melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sektor pariwisata. Salah satunya melalui pelatihan dasar teknik susur gua (caving) yang digelar di Aula Desa Baramban, belum lama tadi.
Kegiatan bertema “Meningkatkan Pemandu Wisata Susur Gua (Caving) Berstandar Keselamatan” itu diikuti 15 peserta yang berasal dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Wisata Gua Baramban, Pokdarwis Wisata Gua Batu Hapu, Pokdarwis Wisata Gua Paring Guling, serta para penggiat pariwisata Kabupaten Tapin.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Tapin, Sugian Noor mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat kapasitas para pelaku wisata, khususnya pemandu wisata gua yang menjadi salah satu daya tarik unggulan daerah.
“Melalui bimbingan teknis dasar susur gua ini, kami ingin meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terutama para pemandu wisata agar memiliki pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman mengenai standar keselamatan saat mendampingi wisatawan,” ujarnya, Kamis (18/6/2026).
Menurut Sugian, keberadaan pemandu yang kompeten menjadi faktor penting dalam pengembangan wisata minat khusus seperti wisata gua. Selain mampu memberikan informasi kepada pengunjung, pemandu juga harus memahami aspek keselamatan selama aktivitas berlangsung.
“Harapan kami setelah mengikuti pelatihan ini, para pemandu memiliki wawasan yang lebih luas dan kemampuan yang lebih baik dalam mengelola serta memandu wisata susur gua secara aman dan profesional,” katanya.
Pelatihan yang berlangsung selama satu hari itu menghadirkan dua narasumber berpengalaman. Haris Irawan dari Mapala STIENAS Banjarmasin menyampaikan materi tentang Optimalisasi Peran Pokdarwis dalam Pemanfaatan Potensi Wisata Gua. Sedangkan Dwi Nandang dari Tim All Outbound Camp Loksado membawakan materi Peran dan Tanggung Jawab Pemandu Wisata Gua.
Tidak hanya menerima teori di dalam ruangan, para peserta juga diajak melakukan praktik langsung di dalam gua.
"Pada sesi tersebut, peserta mendapatkan penjelasan mengenai teknik dasar susur gua, penggunaan peralatan, hingga prosedur keselamatan yang harus diterapkan saat memandu wisatawan," kata Kadis.
Disbudpar Tapin berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai langkah menyiapkan sumber daya manusia pariwisata yang profesional.
"Sehingga potensi wisata gua di Kabupaten Tapin semakin berkembang dan mampu menarik lebih banyak kunjungan wisatawan," pungkasnya.
Editor : Fauzan Ridhani