RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Tanjung - Program beasiswa seribu sarjana pada Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Pendudukan Keluarga Berencana (DinsosP3AP2KB) Tabalong yang diperuntukkan bagi warga miskin ternyata diminati ratusan siswa SMA sederajat.
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial, Dody Arief Priyono mengatakan jumlahnya mencapai 233 orang yang telah mendaftarkan diri.
Sayangnya, para siswa yang masuk dalam aplikasi Sistem Informasi Penanggulangan Kemiskinan Terpadu (Silangkar) itu hanya dapat diterima bagian dari mereka. Yaitu sebanyak 132 orang, menyesuikan kuota tersedia.
Mau tidak mau, sebanyak seratus orang diantara mereka diminta harus bersabar untuk tahun berikutnya, dan tidak bisa diterima tahun ini.
"Sampai bulan Juni ini untuk bantuan sosial beasiswa yang masuk sebanyak 233 siswa SMA, SMK dan MAN. Karena kuota hanya 132 calon mahasiswa, ada sekitar seratus yang tidak bisa menerima," katanya, Selasa (16/6/2026).
Mahasiswa yang diterima akan masuk tahap penjaringan. Penerimaan paling utama diarahkan masuk dalam beasiswa perkuliahan di Politehnik Kesejahteraan Sosial (Polikesos) Bandung bagi empat orang.
Kemudian prioritas keduanya diserahkan kepada para siswa yang masuk dalam perguruan tinggi negeri (PTN) di semua perkuliahan se Indonesia, tanpa kecuali.
Lalu, prioritas ketiga bagi mahasiswa yang sudah menjalani proses perkuliahan pada semester satu dan seterusnya agar mereka mengikuti hingga lulus kuliah. Asalkan Indek Prestasi (IP) mereka tiga.
Dengan tiga prioritas ini, DinsosP3AP2KB Tabalong bertujuan untuk menjaga kualitas akademik penerima beasiswa, meski mereka sendiri adalah warga miskin yang telah terdata dalam Silangkar.
Beasiswa seribu sarjana Tabalong Smart ini diberikan tidak hanya untuk pembayaran uang kuliah tunggal (UKT) mahasiswa, tapi juga biaya hidup. Bahkan ada tiket pesawat yang keluar pulau Kalimantan.
Editor : M Oscar Fraby