WWW.RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BARABAI – Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Hanif Faisol Nurofiq melakukan kunjungan lapangan ke sentra peternakan itik di Desa Mahang Baru, Kecamatan Labuan Amas Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Senin (15/6/2026).
Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Bupati HST, Samsul Rizal bersama jajaran pemerintah daerah, unsur Forkopimda, serta para peternak setempat. Dalam kesempatan itu, rombongan meninjau Kelompok Tani Jaya Bersama yang menjadi salah satu sentra peternakan itik terbesar di daerah tersebut.
Bupati HST, Samsul Rizal mengatakan sektor pertanian dan peternakan merupakan tulang punggung perekonomian daerah. Kontribusi sektor pertanian terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten HST mencapai sekitar 23,4 persen, sehingga pengembangannya terus menjadi prioritas pemerintah daerah.
Menurutnya, Pemerintah Daerah terus mendorong peningkatan produktivitas berbagai komoditas strategis seperti padi, cabai, tomat, ayam pedaging, ayam petelur, itik petelur hingga perikanan air tawar guna mendukung ketahanan pangan dan pengendalian inflasi daerah.
Untuk mendukung upaya tersebut, Pemkab HST telah melaksanakan berbagai program pembangunan sektor pertanian, di antaranya pembangunan 35 titik jalan usaha tani, rehabilitasi delapan titik jaringan irigasi, penyaluran pupuk organik untuk 9.000 hektare lahan sawah, serta bantuan benih padi inbrida untuk 1.500 hektare lahan. Selain itu, bantuan alat dan mesin pertanian juga disalurkan untuk meningkatkan efisiensi usaha tani masyarakat.
Di sektor peternakan, Pemerintah Daerah turut menyalurkan bantuan itik petelur, anak itik, ayam petelur, kambing dan domba kepada kelompok tani ternak serta masyarakat penerima program pengentasan kemiskinan. Program tersebut menjadi salah satu upaya meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan masyarakat.
Samsul Rizal menjelaskan Kelompok Tani Jaya Bersama di Desa Mahang Baru merupakan salah satu contoh keberhasilan pengembangan peternakan itik melalui program SITI HAWA LARI (Sistem Integrasi Ternak Itik di Lahan Rawa dan Lahan Kering) yang digagas Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Program tersebut telah membina 50 kelompok peternak di sejumlah kecamatan di HST.
Kelompok Tani Jaya Bersama sendiri tercatat memiliki populasi sekitar 36 ribu ekor itik dengan produksi rata-rata mencapai 27 ribu butir telur per hari. Capaian tersebut dinilai menjadi bukti bahwa peternakan rakyat memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Bupati berharap kunjungan Wamenko Pangan RI dapat memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pengembangan sektor pangan. Ia juga mengharapkan dukungan dan arahan dari pemerintah pusat agar sektor pertanian dan peternakan di Kabupaten HST terus berkembang dan memberikan kontribusi lebih besar bagi ketahanan pangan nasional.
“Semoga kunjungan ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat kolaborasi untuk memajukan sektor pangan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mewujudkan Indonesia yang berdaulat di bidang pangan,” ujar Samsul Rizal.
Editor : Fauzan Ridhani