Proyek infrastruktur tersebut diharapkan dapat meningkatkan konektivitas masyarakat sekaligus mengatasi kendala transportasi yang selama ini kerap terjadi, terutama saat debit air meningkat atau banjir.
Anggota Komisi III DPRD Tanah Bumbu dari Fraksi PAN, Masripay, mengatakan keberadaan jembatan permanen itu telah lama dinantikan masyarakat.
Menurut dia, warga selama ini kerap menghadapi kesulitan saat melintas ketika kondisi cuaca tidak mendukung.
Ia menyebut, jembatan permanen ini sudah lama dinanti-nantikan oleh masyarakat Jombang. Ketika kondisi banjir, warga selalu merasa khawatir untuk melintas.
"Keberadaan jembatan yang representatif ini tentu akan menjadi solusi konkret," katanya.
Ia menilai pembangunan jembatan tersebut akan mempermudah mobilitas warga sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah Satui dan sekitarnya.
Masripay juga mengapresiasi realisasi pembangunan yang dilakukan pemerintah daerah. Menurutnya, keberadaan infrastruktur yang memadai menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Masripay mengatakan DPRD Tanah Bumbu berkomitmen mengawasi pembangunan infrastruktur strategis agar tepat sasaran, berkualitas, dan segera dapat digunakan masyarakat.
Berdasarkan data Rencana Umum Pengadaan (RUP) Kabupaten Tanah Bumbu, proyek pembangunan Jembatan Satui Barat–Jombang memiliki pagu anggaran sebesar Rp12 miliar.
Pekerjaan konstruksi tersebut ditargetkan rampung pada Desember 2026 dengan panjang jembatan sekitar 32,75 meter.
Editor : Sutrisno