Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Angkat Isu Perempuan, 21 Penulis HSS Luncurkan Buku Turut Berduka Cinta

M Padil Ihsan • Senin, 15 Juni 2026 | 14:18 WIB
DILUNCURKAN: Buku Turut Berduka Cinta karya para penulis HSS resmi diluncurkan. (Foto: M. Padil Ihsan/Radar Banjarmasin) 
DILUNCURKAN: Buku Turut Berduka Cinta karya para penulis HSS resmi diluncurkan. (Foto: M. Padil Ihsan/Radar Banjarmasin) 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Kandangan - Sebanyak 21 penulis asal Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) meluncurkan buku kumpulan cerita pendek berjudul Turut Berduka Cinta di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan HSS, Senin (15/6/2026).

Buku tersebut mengangkat berbagai isu perempuan melalui 21 cerita pendek yang ditulis dari beragam sudut pandang.

Sejumlah penulis yang terlibat dalam buku ini di antaranya Aliman Syahrani, Rendra Rahim Aji, Desy Faurina, Dedy Wahyuni, Muhammad Sajad, Hendra Maulana, Rasuna, Ahmad Raihan, Ineke Setia Ningsih, Lisda Fahriana, Muhammad Eki Maulana, Efa Liana, Nurjanah, Yuliana, Sari Okta Norman, Muhammad Raji, serta beberapa penulis lainnya.

Salah satu penulis, Rendra Rahim Aji, menghadirkan cerita yang mengangkat sosok pejuang perempuan asal HSS, Siti Warkiah atau yang dikenal dengan nama Aluh Idut.

Menurutnya, tema perempuan dipilih karena memiliki kedekatan dengan berbagai aspek kehidupan masyarakat.

"Dalam buku ini kami mengangkat tema perempuan. Kami mencoba menggali emansipasi perempuan yang memiliki peran sangat penting dalam segala aspek," ujarnya.

Peluncuran buku tersebut turut mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten HSS.

Wakil Bupati HSS, H. Suriani, menyampaikan penghargaan kepada para penulis yang terus berkontribusi dalam mengembangkan budaya literasi di daerah.

"Saya ucapkan selamat dan terima kasih kepada para penulis buku HSS atas dedikasi dan kontribusinya untuk menghidupkan literasi di HSS," katanya. 

Apresiasi juga disampaikan salah satu pegiat literasi HSS, Aliyya Khairunnisa Adzahra. Ia menilai Turut Berduka Cinta menjadi karya yang menarik karena mengangkat berbagai isu perempuan dari beragam sudut pandang yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. 

Menurut Aliyya, cerita-cerita dalam buku tersebut dikemas dengan baik dan menggunakan bahasa yang mudah dipahami sehingga pesan yang ingin disampaikan dapat diterima oleh pembaca.

Aliyya juga mengapresiasi kehadiran buku tersebut sebagai ruang bagi perempuan untuk menyuarakan gagasan dan pemikirannya melalui karya sastra, sekaligus menjadi salah satu bentuk pemberdayaan perempuan.

"Buku ini menarik karena membahas isu perempuan dari berbagai sudut pandang. Ceritanya dikemas dengan baik dan mudah dipahami oleh pembaca," ujarnya.

Melalui peluncuran buku Turut Berduka Cinta, para penulis berharap karya sastra lokal terus berkembang sekaligus menjadi ruang untuk mengangkat berbagai isu sosial, termasuk isu perempuan, kepada masyarakat yang lebih luas.

Editor : Sutrisno
#penulis #HSS #buku #Kandangan