Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Gas Melon Langka di Paringin, Harga Eceran Tembus Rp40 Ribu per Tabung

M Dirga • Minggu, 14 Juni 2026 | 13:40 WIB
LANGKA: Tumpukan tabung gas LPG 3 kilogram atau gas melon yang saat ini keberadaannya tengah dikeluhkan oleh warga Paringin. (M Dirga/ Radar Banjarmasin)
LANGKA: Tumpukan tabung gas LPG 3 kilogram atau gas melon yang saat ini keberadaannya tengah dikeluhkan oleh warga Paringin. (M Dirga/ Radar Banjarmasin)
RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Paringin - Kelangkaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) tabung 3 kilogram (kg) atau gas melon tengah melanda kawasan Paringin, Kabupaten Balangan.
Tak hanya barangnya yang langka di pasaran, harga jual gas bersubsidi ini di tingkat eceran atau kios pun melonjak tak wajar hingga menembus angka Rp40 ribu per tabung.
Kondisi ini membuat masyarakat kelabakan, khususnya kalangan ibu rumah tangga.
Aisyah, salah seorang warga Paringin Timur, mengaku sudah beberapa pekan terakhir dirinya kesulitan berburu gas melon untuk keperluan memasak sehari-hari di dapur.
“Sudah beberapa minggu ini kami sulit mencari gas LPG 3 kilogram. Harganya naik, yang dulunya berkisar Rp27 ribu sekarang sampai Rp40 ribu, tetapi tetap susah dicari. Banyak kios yang kosong, dan kalau menunggu pasokan dari pangkalan juga cukup lama,” keluhnya, Minggu (14/6).
Menurut Aisyah, fenomena kelangkaan dan meroketnya harga gas bersubsidi ini sangat mencekik kantong masyarakat. Terlebih lagi, situasi ini terjadi di tengah tren kenaikan harga sejumlah barang kebutuhan pokok lainnya.
Ia pun mengaku pasrah dengan tingginya harga, asalkan barangnya tersedia saat dibutuhkan.
“Sekarang bahan pokok juga naik, LPG ikut naik dan sulit dicari. Kalau memang harganya mahal, yang penting barangnya ada. Jadi kami tidak perlu bolak-balik hanya untuk mencari gas demi kebutuhan memasak,” ungkapnya.
Keluhan Aisyah sejatinya mewakili suara banyak warga lainnya. Masyarakat sangat berharap ada intervensi dan langkah cepat dari pemerintah daerah maupun instansi terkait untuk segera mengatasi sengkarut distribusi LPG 3 kg ini.
Warga mendesak adanya pengawasan dan penertiban distribusi agar pasokan gas bersubsidi dapat kembali normal, sehingga harganya kembali wajar dan tidak semakin membebani perekonomian rumah tangga di Balangan.
Editor : Sutrisno
#Balangan #Gas LPG #paringin