Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Dishut Kalsel Serahkan Rumah Produksi HHBK Kemiri dan Sarana Pendukung kepada LPHD Emil Baru

admin • Jumat, 12 Juni 2026 | 21:05 WIB
sdfhf
USAHA KEHUTANAN: Dishut Kalsel melaksanakan serah terima HHBK Kemiri kepada LPHD Emil Baru, Kabupaten Tanah Bumbu.(Foto: Dishut Kalsel) 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, MANTEWE – Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan (Dishut Kalsel) melaksanakan serah terima Rumah Produksi Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) Kemiri kepada Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Emil Baru, sebagai upaya mendorong pengembangan usaha kehutanan berbasis masyarakat dan peningkatan nilai tambah hasil hutan bukan kayu.

Kegiatan yang dilaksanakan di Desa Emil Baru tersebut dihadiri oleh perwakilan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kusan, Yayasan Penabulu, dan anggota LPHD Emil Baru.

Selain menyerahkan bangunan Rumah Produksi HHBK Kemiri, Dishut Kalsel juga menyerahkan berbagai sarana dan prasarana pendukung pengolahan kemiri. Bantuan yang diberikan meliputi 12 unit freezer, 3 unit stabilizer, alat penjemur, keranjang, baskom, box penampung, timbangan manual, arco, karung, serta mesin jahit portable.

Bantuan tersebut bersumber dari dana REDD+ yang dialokasikan untuk mendukung penguatan kelembagaan dan peningkatan kapasitas kelompok masyarakat dalam mengelola potensi hasil hutan secara berkelanjutan. Kehadiran rumah produksi beserta sarana pendukungnya diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengolahan dan penyimpanan hasil kemiri sehingga mampu memberikan nilai ekonomi yang lebih tinggi bagi masyarakat desa.

Dalam sambutannya, Kepala Dishut Kalsel, Fathimatuzzahra melalui Kepala Seksi Pengolahan, Kerja Sama dan Inovasi Kehutanan (PKIK), Marlina Hartanti menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan wujud nyata dukungan pemerintah dalam memperkuat usaha perhutanan sosial yang dikelola masyarakat.

“Rumah produksi dan sarana pendukung yang diserahkan hari ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh LPHD Emil Baru. Melalui fasilitas ini, kami ingin mendorong peningkatan kualitas produk kemiri, memperpanjang daya simpan hasil produksi, serta meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk yang dihasilkan masyarakat. Pada akhirnya, pengembangan HHBK ini diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat sekitar hutan,” pungkasnya.

Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa pengelolaan bantuan harus dilakukan secara baik dan berkelanjutan agar dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi kelompok dan masyarakat desa.

Kolaborasi antara Dishut Kalsel, Yayasan Penabulu, dan LPHD Emil Baru diharapkan dapat terus memperkuat pengelolaan hutan berbasis masyarakat, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan melalui pengembangan usaha kehutanan yang bernilai tambah, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.

Editor : Fauzan Ridhani
#usaha kehutanan #Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) #Dishut Kalsel #Dinas Kehutanan #Mantewe