RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARBARU – Upaya mengatasi genangan yang kerap muncul di sepanjang Jalan Ahmad Yani, Banjarbaru, mulai memasuki tahap perencanaan teknis. Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Selatan bersama Dinas PUPR Banjarbaru saat ini tengah menyusun Detail Engineering Design (DED) untuk merekayasa ulang sistem drainase di 10 titik rawan genangan.
Penyusunan DED menjadi langkah penting sebelum pekerjaan fisik dilakukan. Melalui dokumen tersebut, desain saluran drainase akan disesuaikan dengan kondisi lapangan agar mampu mengalirkan debit air secara optimal tanpa menimbulkan dampak baru di kawasan permukiman.
Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Kota Banjarbaru, Denny Pramuji, mengatakan pihaknya telah menyerahkan data topografi kota kepada BPJN dalam forum expose awal sebagai bahan sinkronisasi dengan sistem saluran pembuangan akhir (outfall) milik pemerintah kota.
“Langkah ini sangat krusial. Kita harus memastikan volume air yang dialirkan dari drainase baru jalan nasional tidak justru membebani saluran kota dan memicu banjir di lingkungan warga,” ujarnya.
Menurut Denny, 10 lokasi yang masuk dalam perencanaan dipilih berdasarkan tingkat keparahan genangan serta dampaknya terhadap kelancaran arus lalu lintas, terutama jalur logistik.
Tiga titik pertama yang menjadi fokus berada di kawasan depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Bumi Kencana, lajur depan Toyota Auto 2000 hingga eks-Indomaret, serta area depan Jalan Karya Manuntung sampai Panti Sosial Tresna Werdha Budi Sejahtera.
Selanjutnya, penanganan juga akan dilakukan di kawasan depan Jalan Sukamaju hingga Jalan Sukamara, depan Langgar Nurul Iman hingga Warung Bambu, serta koridor Universitas Achmad Yani (UVAYA) sampai depan Ketok Magic Blitar.
Pada titik ketujuh, yakni kawasan depan Kantor BPKP Perwakilan Kalimantan Selatan, tim teknis mengusulkan pembangunan crossing atau sodetan melintang di bawah badan Jalan A. Yani untuk mempercepat aliran air menuju saluran utama.
Sementara tiga titik lainnya berada di kawasan Bina Murni depan BCA hingga KFC, depan Museum Lambung Mangkurat atau Jalan Listrik 2, serta area Bundaran Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarbaru.
“Setiap lokasi memiliki karakteristik genangan yang berbeda. Karena itu desain konstruksinya juga akan disesuaikan, mulai dari pelebaran saluran hingga peninggian elevasi lubang kontrol,” jelas Denny.
Sambil menunggu rampungnya dokumen perencanaan dari BPJN, Dinas PUPR Banjarbaru saat ini melakukan langkah penanganan sementara berupa pembersihan saluran drainase dari endapan lumpur dan sampah.
Pembersihan dilakukan secara berkala, terutama pada titik-titik yang mengalami penyempitan aliran, guna mengurangi risiko genangan saat hujan deras sebelum proyek permanen mulai dikerjakan.
“Titik-titik yang mengalami penyempitan aliran secara rutin kami prioritaskan untuk dibersihkan agar aliran air tetap lancar,” pungkasnya.
Editor : Eddy Hardiyanto