Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Kaget ! Harga Kenaikan Oli Mulai Dirasakan Warga Kandangan

M Padil Ihsan • Kamis, 11 Juni 2026 | 14:47 WIB
GANTI OLI: Montir saat menggantikan oli kendaraan di Kandangan.
GANTI OLI: Montir saat menggantikan oli kendaraan di Kandangan.

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, KANDANGAN - Kenaikan harga oli mulai dirasakan para pemilik kendaraan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS). Sejak awal Juni 2026, harga oli di sejumlah bengkel mengalami kenaikan rata-rata antara Rp5.000 hingga lebih dari Rp10.000 per botol.

Berdasarkan pantauan di sejumlah bengkel di Kandangan, Kamis (11/6/2026), hampir seluruh merek oli mengalami penyesuaian harga.

Pemilik Ray Motor Kandangan, Muhammad Ihsan, mengatakan kenaikan terjadi pada beberapa merek oli yang paling banyak digunakan masyarakat.

Untuk oli merek Honda, harga yang sebelumnya berada di kisaran Rp55.000 hingga Rp60.000 kini naik menjadi sekitar Rp70.000 hingga Rp85.000 per botol. Sementara oli Yamaha atau Yamalube yang sebelumnya dijual sekitar Rp45.000 kini mencapai Rp60.000-an.

Adapun oli merek Suzuki mengalami kenaikan lebih ringan. Produk yang sebelumnya dijual Rp40.000 kini menjadi Rp45.000, sedangkan yang semula Rp50.000 naik menjadi Rp55.000.

"Di toko kami yang dijual adalah oli asli. Kenaikannya berkisar antara Rp5.000 hingga lebih dari Rp10.000 per botol," ujar Ihsan.

Menurutnya, kenaikan harga kemungkinan dipengaruhi meningkatnya biaya bahan baku kemasan plastik yang digunakan untuk botol oli.

"Penyebabnya mungkin karena harga plastik naik. Botol oli kan berbahan plastik," katanya.

Di tengah kenaikan harga tersebut, Ihsan mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan oli yang dijual jauh di bawah harga pasaran.

Menurutnya, oli dengan harga terlalu murah berpotensi merupakan produk palsu yang dapat merusak mesin kendaraan.

"Kalau ada yang menjual oli jauh di bawah harga rata-rata, patut dicurigai. Risiko menggunakan oli palsu sangat besar bagi mesin kendaraan," tegasnya.

Sementara itu, salah seorang konsumen bernama Ifan mengaku terkejut dengan kenaikan harga oli yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.

Ia mengatakan biaya yang sebelumnya sekitar Rp60.000 kini mencapai Rp90.000 untuk penggantian oli beserta jasa pemasangan.

"Saya rutin ganti oli setiap dua bulan sekali. Kaget juga sekarang biayanya naik. Tapi mau bagaimana lagi, perawatan kendaraan tetap harus dilakukan," ujarnya.

Meski harga oli meningkat, sebagian besar pengguna kendaraan tetap memilih melakukan penggantian secara rutin demi menjaga performa dan umur mesin. Mereka berharap harga oli dapat kembali stabil sehingga biaya perawatan kendaraan tidak semakin membebani.

Editor : Eddy Hardiyanto
#harga #oli #Kandangan