RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Rantau – Kreativitas para perajin dan desainer lokal Tapin mendapat ruang untuk berkembang melalui Lomba Desain Motif Sasirangan Khas Tapin yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Tapin.
Sebanyak 19 peserta dengan 29 desain motif ambil bagian dalam lomba tersebut. Karya-karya yang telah diwujudkan menjadi kain sasirangan itu dipajang di Aula Sekretariat TP PKK Kabupaten Tapin untuk dinilai oleh dewan juri.
Tahun ini, lomba mengangkat tema Ayunan Maulid, sebuah tradisi religius yang telah lama menjadi identitas budaya masyarakat Tapin, khususnya di kawasan Banua Halat.
Pemilihan tema Ayunan Maulid bukan tanpa alasan. Tradisi tersebut memiliki makna mendalam karena menjadi warisan budaya yang terus dilestarikan dari generasi ke generasi.
Karena baayun Maulid merupakan salah satu tradisi religius dan budaya yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat Tapin.
Beragam interpretasi dituangkan peserta ke dalam motif sasirangan. Mulai dari bentuk ayunan, ornamen religius hingga unsur budaya lokal yang dipadukan dengan warna-warna khas kain sasirangan.
Salah satu peserta, Mariatul Ikrimah, menghadirkan desain bertajuk “Ayunan Berkah Banua”. Ia mengaku terinspirasi dari tradisi Baayun Maulid yang rutin dilaksanakan masyarakat Banua Halat.
“Alasan memilih motif itu karena terinspirasi dari tradisi Baayun Maulid di Banua Halat,” ujarnya, Rabu (10/6/2026).
Mariatul mengatakan, ini merupakan kali pertama dirinya mengikuti lomba desain motif sasirangan tingkat kabupaten. Meski baru pertama berpartisipasi, ia berharap karyanya dapat menjadi salah satu motif yang dipilih dan dikembangkan sebagai identitas daerah.
“Baru kali ini mengikuti lomba. Semoga motif yang saya buat bisa terpilih dan menjadi motif khas Tapin,” harapnya.
Editor : Arif Subekti