Musen VIII Kotabaru, 75 Seniman Bumi Saijaan Satukan Tekad Naikkan Kelas Seni Budaya
Jumain Radar Banjarmasin• Rabu, 10 Juni 2026 | 14:28 WIB
DIBUKA: Saat berlangsungnya pembukaan Musyawarah Seniman di Kotabaru. (Foto: DKD untuk Radar Banjarmasin) RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Kotabaru –Panggung seni di Bumi Saijaan kembali bergeliat. Musyawarah Seniman ke-8 Dewan Kesenian Kabupaten Kotabaru resmi dibuka, Rabu (10/6) di Ballroom Grand Surya.
Aura kebudayaan langsung terasa kental sejak menit awal. Petikan musik dan liukan estetis Tari Mayang Kencana dari Sanggar Seni Pusaka Saijaan membuka acara.
Bukan sekadar seremonial. Musen VIII kali ini benar-benar jadi magnet bagi pelaku seni lokal. Sebanyak 75 seniman, pemahat kata, dan pelestari tradisi dari berbagai komunitas di Kotabaru berkumpul satu atap. Mereka mengusung misi besar: membawa seni budaya Kotabaru naik kelas.
Ketua Panitia Pelaksana Rahmadi mengaku bangga melihat antusiasme peserta. Menurutnya, ruang rembuk ini adalah momentum krusial yang lama dinanti para pekerja seni.
"Musyawarah ini menjadi wadah penting bagi seniman untuk memperkuat organisasi, bertukar gagasan, serta merumuskan langkah strategis memajukan seni budaya di Kotabaru," tegas Rahmadi.
Ia mengapresiasi dukungan penuh Pemkab Kotabaru, khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang "pasang badan" menyukseskan gelaran ini.
Ketua Umum Dewan Kesenian Kotabaru H Syajidan mengingatkan, senjata utama seniman hari ini adalah soliditas dan adaptasi.
"Kebersamaan dan kolaborasi antar-seniman, didukung komitmen pemerintah, adalah kunci agar kreativitas dan eksistensi seni budaya daerah tidak meredup digilas zaman," ujarnya.
Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Akhmad Rajudinoor memuji konsistensi para seniman merawat kebudayaan daerah.
Bagi pemerintah, Musen VIII adalah kompas strategis untuk menentukan arah pengembangan kebudayaan Kotabaru.
"Melalui Musen ke-8 ini, diharapkan lahir kepengurusan baru yang inklusif, mampu merangkul seluruh elemen seni, serta memperkuat kolaborasi demi kemajuan kebudayaan daerah," harapnya mewakili Bupati.
Menariknya, Rajudinoor yang dikenal memiliki darah seni, menyelipkan pesan emosional. Ia menantang generasi muda Kotabaru berani mendobrak batas dan melahirkan karya monumental.
Ia menyebut satu nama legenda di Bumi Saijaan: almarhum Syukri Munas. Maestro seni Kotabaru yang karyanya abadi melintasi zaman.
"Kita berharap, lewat musyawarah dan pembinaan matang, lahir seniman berbakat baru yang mampu mengikuti jejak emas almarhum Syukri Munas," harap Rajudinoor.
Ia menegaskan komitmennya. Ke depan, seni budaya tak akan dibiarkan berjalan sendiri, melainkan diintegrasikan masif sebagai motor penggerak pariwisata dan ekonomi kreatif di Kotabaru.