Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Tak Sekadar Masuk, Habib Idrus Ingin Investasi di Banjar Harus Tumbuh Bersama Rakyat

M Fadlan Zakiri • Rabu, 10 Juni 2026 | 13:43 WIB
Wakil Bupati Banjar Habib Idrus Al Habsyi menyampaikan arah kebijakan investasi daerah. (PROKOPIM BANJAR)
Wakil Bupati Banjar Habib Idrus Al Habsyi menyampaikan arah kebijakan investasi daerah. (PROKOPIM BANJAR)

 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Martapura - Pemerintah Kabupaten Banjar menegaskan investasi yang masuk ke daerah harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. 

Tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, investasi juga diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan warga, serta memperkuat pelaku usaha lokal.

Komitmen tersebut ditegaskan melalui Peraturan Bupati (Perbup) Banjar Nomor 51 Tahun 2025 tentang Tata Cara Pemberian Insentif dan Kemudahan Berusaha bagi Masyarakat dan Penanam Modal yang disosialisasikan di Kecamatan Karang Intan.

Wakil Bupati Banjar, Habib Idrus Al Habsyi mengatakan investasi memiliki peran strategis dalam mendorong pembangunan daerah. Namun, manfaat investasi harus dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat di sekitar lokasi usaha.

Menurutnya, pemerintah daerah ingin memastikan setiap investasi yang masuk tidak hanya memperkuat pertumbuhan ekonomi, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Bukan tanpa sebab, pemerintah daerah ingin memastikan setiap pelaku usaha dan investor memperoleh kemudahan yang terukur dan akuntabel. 

Namun di sisi lain, investor yang masuk juga harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah.

“Investasi harus dirasakan dan memberi manfaat bagi masyarakat kita,” tegasnya, Rabu (10/6/2026).

Melalui regulasi tersebut, Pemkab Banjar menyiapkan berbagai bentuk dukungan bagi pelaku usaha dan investor. 

Di antaranya berupa keringanan pajak dan retribusi daerah, bantuan permodalan, fasilitasi pelatihan vokasi, hingga kemudahan pelayanan perizinan dan administrasi usaha.

Namun, pemberian insentif tidak dilakukan secara otomatis. Pemerintah daerah, jelas Habib Idrus, telah menetapkan sejumlah indikator sebagai dasar penilaian bagi investor maupun pelaku usaha yang akan menerima fasilitas tersebut.

“Mereka harus meliputi kemampuan usaha dalam menyerap tenaga kerja lokal, meningkatkan pendapatan masyarakat, memanfaatkan potensi daerah, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” tegas Habib Idrus.

Selain aspek ekonomi, Pemkab Banjar juga menaruh perhatian terhadap dampak sosial dan lingkungan dari aktivitas investasi.

Habib Idrus menegaskan investor yang beroperasi di Kabupaten Banjar diharapkan mampu membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat sekitar serta menjaga kelestarian lingkungan.

Di samping itu, investor juga didorong menjalin kemitraan dengan pelaku UMKM dan koperasi agar manfaat ekonomi yang dihasilkan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menciptakan iklim investasi yang sehat, transparan, dan berkeadilan, sekaligus memastikan pembangunan ekonomi berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Investasi yang kita harapkan bukan hanya menghasilkan keuntungan bagi pelaku usaha, tetapi juga membuka kesempatan kerja, memperkuat usaha lokal, dan mendorong kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan," tegasnya.

Editor : M Oscar Fraby
#Pemkab Banjar #Investasi #UMKM