RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BALANGAN – Penutupan Balangan Islamic Festival 2026 berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan, Senin (8/6/2026). Ribuan pengunjung yang memadati arena festival disuguhkan berbagai penampilan seni dan budaya yang sarat makna.
Salah satu penampilan yang mencuri perhatian datang dari Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Mayang Melani Hero Setiawan. Istri Wakil Bupati HSU itu turut ambil bagian dalam pertunjukan bersama Sanggar Seni Teater RnD Bayang RieNdoe yang mengangkat tema “Dari Satu Menjadi Dua yang Kuat.”
Kehadiran Mayang Melani tidak hanya sebagai tamu kehormatan. Ia tampil langsung di atas panggung, membawakan pertunjukan yang mengisahkan pentingnya persatuan, kebersamaan, dan kolaborasi dalam membangun daerah.
Penampilan tersebut mendapat sambutan hangat dari para penonton. Dengan penghayatan yang kuat, pertunjukan seni itu berhasil menyampaikan pesan tentang eratnya hubungan antarmasyarakat serta pentingnya peran perempuan dalam mendukung pembangunan dan menjaga harmoni sosial.
Tema “Dari Satu Menjadi Dua yang Kuat” juga menjadi simbol kekuatan sinergi dan kebersamaan yang terus dibangun antarwilayah, termasuk hubungan baik antara Kabupaten Hulu Sungai Utara dan Kabupaten Balangan.
Mayang Melani yang dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan organisasi perempuan menegaskan dukungannya terhadap pengembangan seni dan budaya daerah. Menurutnya, seni bukan hanya sarana hiburan, tetapi juga media edukasi yang mampu menyampaikan nilai-nilai persatuan kepada masyarakat.
Keterlibatannya dalam pertunjukan tersebut menjadi bentuk nyata dukungan terhadap pelestarian budaya lokal sekaligus upaya mendorong kreativitas generasi muda melalui wadah seni yang positif dan produktif.
Balangan Islamic Festival 2026 sendiri tidak hanya menghadirkan nuansa religius, tetapi juga menjadi ruang pertemuan berbagai elemen masyarakat untuk mempererat silaturahmi melalui kegiatan seni, budaya, dan keagamaan.
Kehadiran Mayang Melani dalam penutupan festival turut menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Hulu Sungai Utara yang menyaksikan penampilannya. Sosok yang kerap dijuluki sebagai “Ibu Induk” HSU itu dinilai mampu menunjukkan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam menjaga budaya, memperkuat persatuan, dan menginspirasi masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah, organisasi perempuan, pelaku seni, dan masyarakat terus terjalin sehingga mampu melahirkan daerah yang maju, berbudaya, dan harmonis.
Editor : Fauzan Ridhani