Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Stok Pertalite dan Pertamax di Sejumlah SPBU HSU Kosong

M Akbar Radar Banjarmasin • Rabu, 10 Juni 2026 | 12:12 WIB
KOSONG: SPBU Banjang di Kecamatan Banjang, Kabupaten HSU kehabisan stok Pertalite dan Pertamax. (Foto: M.Akbar) 
KOSONG: SPBU Banjang di Kecamatan Banjang, Kabupaten HSU kehabisan stok Pertalite dan Pertamax. (Foto: M.Akbar) 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Amuntai – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) menuai perhatian masyarakat.

Berdasarkan informasi per 10 Juni 2026, harga Pertamax mengalami kenaikan dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.

Dari pengamatan di tiga SPBU di Kota Amuntai, baik Banjang di Kecamatan Banjang dan Banua Lima Kecamatan Amuntai Tengah, mengalami kehabisan stok BBM. 

Sedangkan di SPBU Pakapuran Kecamatan Amuntai Utara, hanya memiliki stok Pertamax, sementara Pertalite kosong. Tidak ada antrean berlebihan di SPBU tersebut. 

Di tengah kenaikan harga tersebut, masyarakat juga dihadapkan pada persoalan ketersediaan BBM.

Sejumlah SPBU di Kabupaten HSU dilaporkan mengalami kehabisan stok untuk dua jenis BBM yang paling banyak digunakan, yakni Pertalite dan Pertamax.

Kapolsek Banjang AKP Robby melalui anggota Samapta, Aiptu Soeyatmin, mengatakan pengamanan dan pengawasan distribusi BBM di SPBU telah menjadi kegiatan rutin kepolisian guna memastikan penyaluran berjalan lancar dan tepat sasaran.

“Pengawalan SPBU memang menjadi kegiatan harian agar distribusi BBM dapat berjalan dengan baik. Namun, untuk stok hari ini, berdasarkan informasi dari pihak SPBU, Pertalite dan Pertamax sedang kosong,” ujarnya.

Kondisi tersebut berdampak pada harga BBM di tingkat pengecer. Untuk jenis Pertamax, harga di sejumlah pengecer dilaporkan mencapai Rp20 ribu per liter atau lebih tinggi dibandingkan harga resmi di SPBU.

Salah seorang warga Kota Amuntai, Ulil, mengaku terkejut dengan kenaikan harga Pertamax yang cukup signifikan. Menurutnya, kenaikan BBM akan berdampak luas terhadap perekonomian masyarakat.

“Saya kaget dan bingung dengan kenaikan ini. Karena kenaikan BBM pasti berefek ke semua lini. Sebelumnya saja kenaikan harga solar dan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar sudah sangat berpengaruh terhadap berbagai sektor,” katanya.

Ulil berharap pemerintah dapat mengambil langkah serius untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan BBM bagi masyarakat.

“Harapannya pemerintah benar-benar serius mencari solusi. Jangan sampai masyarakat semakin terbebani karena harga kebutuhan pokok dan biaya transportasi pasti ikut terdampak,” tambahnya.

Masyarakat kini berharap pasokan BBM di SPBU Kabupaten HSU segera kembali normal sehingga aktivitas ekonomi dan mobilitas warga tidak terganggu.

Sementara itu, harga sejumlah jenis BBM lainnya terpantau masih tetap. Pertalite bertahan di angka Rp10.000 per liter, Bio Solar Rp6.800 per liter, Pertamax Turbo Rp21.650 per liter, Dexlite Rp24.000 per liter, dan Pertamina Dex Rp25.900 per liter.

Editor : Sutrisno
#pertalite #BBM #pertamax