KRI HIU-634 Antar Rupiah sampai ke Pulau Terluar Kalsel
Maulana Radar Banjarmasin• Selasa, 9 Juni 2026 | 14:36 WIB
BERANGKAT: Gubernur Kalsel H Muhidin melepas keberangkatan KRI HIU-634 dalam Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Senin (9/6). Program ini menjangkau lima pulau terluar di Kabupaten Kotabaru. (Maulana) RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin – Masyarakat di sejumlah pulau terluar Kabupaten Kotabaru bakal mendapatkan layanan penukaran uang rupiah layak edar melalui program Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026.
Misi tersebut dijalankan menggunakan KRI HIU-634 yang diberangkatkan dari Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Senin (9/6/2026).
Kapal perang yang dikomandani Letkol Laut (P) Andy Ribuantoro dari jajaran Satuan Kapal Cepat Koarmada II itu membawa tim ekspedisi menuju Pulau Matasiri, Pulau Marabatuan, Pulau Kerayaan, Pulau Kerasian, dan Pulau Laut Timur.
Ekspedisi yang berlangsung hingga 15 Juni 2026 tersebut merupakan hasil sinergi antara Bank Indonesia dan TNI Angkatan Laut untuk menjangkau masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di Kalimantan Selatan.
Total jarak pelayaran yang akan ditempuh mencapai 503 nautical mile (NM). Selain membawa layanan penukaran uang, tim ekspedisi juga menggelar berbagai program edukasi dan pelayanan masyarakat.
Pelepasan rombongan dilakukan secara simbolis oleh Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin bersama unsur Forkopimda Kalsel, perwakilan Bank Indonesia, serta perwakilan Staf Operasi Angkatan Laut (Sopsal) Mabes TNI AL di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.
Komandan Lanal Banjarmasin Kolonel Laut (P) Galih Nurana Putra mengatakan keterlibatan KRI HIU-634 merupakan bagian dari tugas TNI AL dalam menjaga kedaulatan negara sekaligus mendukung pembangunan nasional, termasuk di sektor ekonomi.
Menurutnya, selain menjaga keamanan wilayah perairan, TNI AL juga mendukung berbagai program pemerintah yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, terutama di wilayah kepulauan yang sulit dijangkau.
"Sesuai dengan salah satu tanggung jawab TNI Angkatan Laut yaitu menjaga kedaulatan serta mengamankan jalur laut dan sungai, program ini juga dilaksanakan di seluruh Indonesia yang bekerja sama dengan Bank Indonesia setiap tahunnya guna memudahkan masyarakat untuk mengakses uang rupiah yang layak edar," ujarnya.
Selain layanan penukaran uang, Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 juga menghadirkan program Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah, sosialisasi QRIS, perlindungan konsumen, BI Mengajar, penyuluhan, hingga layanan kesehatan bagi masyarakat setempat.
Sementara itu, Gubernur Kalsel H Muhidin mengapresiasi kolaborasi Bank Indonesia dan TNI AL dalam menghadirkan layanan keuangan hingga ke pulau-pulau terluar.
Ia mengungkapkan, dalam ekspedisi kali ini Bank Indonesia membawa uang senilai Rp15 miliar untuk ditukarkan kepada masyarakat yang masih menyimpan uang lusuh dan tidak layak edar.
"Berdasarkan keterangan pihak BI, di sana masih banyak uang yang sudah lusuh bahkan kondisinya hampir tidak terlihat lagi nominalnya. Saya berharap perjalanan Ekspedisi Rupiah Berdaulat ini berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat," kata Muhidin.
Muhidin juga menyoroti pentingnya penguatan jaringan internet untuk mendukung penggunaan transaksi non-tunai melalui QRIS yang turut disosialisasikan dalam kegiatan tersebut.
"Penggunaan uang elektronik tentu harus didukung jaringan internet yang baik. Kami sudah membahas langkah-langkah untuk meningkatkan kualitas jaringan hingga tingkat kecamatan agar layanan digital bisa dimanfaatkan masyarakat secara maksimal," pungkasnya.