Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Edukasi Antioksidan Cegah Risiko Gangguan Otak Lansia

Nurhidayat • Selasa, 9 Juni 2026 | 12:42 WIB
MOMEN: Foto bersama Dosen, mahasiswa dan ibu-ibu Kader Posyandu Lansia Wijayakusuma Banjarbaru
MOMEN: Foto bersama Dosen, mahasiswa dan ibu-ibu Kader Posyandu Lansia Wijayakusuma Banjarbaru

BANJARBARU – Tim dosen bersama mahasiswa melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Pengmas) bertajuk Edukasi dan Sosialisasi Penggunaan Antioksidan pada Kelompok Rentan Mengalami Gangguan Otak di Posyandu Lansia Wijayakusuma, Kelurahan Loktabat, Banjarbaru Utara, Kamis (23/4/2026).

Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua Tim Pengmas, Nurlailah, bersama anggota tim Anny Thuraidah dan Yayuk Kustiningsih serta didukung lima mahasiswa. Mitra pelaksana kegiatan adalah kader Posyandu Wijayakusuma dengan sasaran para lansia yang rutin mengikuti kegiatan posyandu.

Nurlailah menjelaskan, pemilihan tema tersebut didasarkan pada tingginya jumlah lansia yang memiliki penyakit tidak menular (PTM) seperti diabetes melitus, hiperkolesterol, dan hipertensi. Ketiga penyakit tersebut merupakan faktor risiko yang dapat memicu gangguan otak, mulai dari penurunan daya ingat, penuaan dini, demensia hingga stroke.

“Radikal bebas yang berasal dari berbagai sumber, seperti bahan tambahan pangan, pestisida, logam berat, maupun polusi udara dapat meningkatkan stres oksidatif dalam tubuh. Kondisi ini berperan dalam munculnya berbagai penyakit degeneratif, sehingga konsumsi antioksidan menjadi salah satu upaya penting untuk membantu menekan dampak tersebut,” ujarnya.

Kegiatan diawali dengan pengisian daftar hadir dan pre-test untuk mengukur pengetahuan peserta mengenai antioksidan, faktor risiko gangguan otak, serta pemanfaatan bahan alami sebagai minuman antioksidan.
Peserta kemudian menerima paket edukasi berupa buklet kesehatan tentang antioksidan, bahan baku pembuatan minuman antioksidan alami, serta tumbler yang digunakan sebagai wadah pembuatan minuman tersebut.

Setelah pembukaan dan sambutan dari kader Posyandu Wijayakusuma, tim pengabdian memberikan materi mengenai pentingnya konsumsi antioksidan bagi lansia, yang dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta.

Selain edukasi, tim juga melakukan skrining kesehatan berupa pemeriksaan gula darah, kolesterol, dan tekanan darah. Pemeriksaan ini dilakukan mengingat ketiga indikator tersebut berkaitan erat dengan risiko gangguan otak dan stroke.

Dari hasil skrining terhadap 30 peserta, ditemukan sebanyak 78 persen lansia memiliki tekanan darah di atas normal. Sementara itu, 60 persen peserta memiliki kadar gula darah sewaktu di atas normal dan 70 persen lainnya menunjukkan kadar kolesterol yang melebihi batas normal.

Hasil tersebut menunjukkan perlunya upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya lansia, terhadap pola hidup sehat dan konsumsi makanan yang kaya antioksidan guna mengurangi risiko penyakit degeneratif serta menjaga kesehatan otak di usia lanjut.

Editor : Nurhidayat
#Pengabdian kepada masyarakat #Poltekkes Kemenkes Banjarmasin #Poltekkes Banjarmasin