RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, AMUNTAI – Upaya memperkuat sistem kewaspadaan daerah di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) kini memasuki babak baru. Melalui aksi perubahan yang digagas Kepala Bidang Ekonomi, Sosial, Budaya, Agama, dan Kewaspadaan Nasional (Ekososbudag dan Wasnas) Kesbangpol HSU, Dr Hatmiati M Pd, lahirlah inovasi Sistem Informasi Terpadu Analisis Rawan Daerah (SITARA).
Inovasi tersebut dirancang sebagai platform terpadu untuk memetakan, memantau, dan menganalisis berbagai potensi kerawanan daerah, mulai dari konflik sosial, penyalahgunaan narkotika, keberadaan orang asing, hingga isu-isu strategis yang berkaitan dengan ekonomi, sosial, budaya, agama, dan kewaspadaan nasional.
Dr Hatmiati menjelaskan, SITARA lahir dari kebutuhan akan sistem yang mampu mempercepat koordinasi, pertukaran data, dan pengambilan keputusan lintas sektor. Selama ini, berbagai informasi terkait potensi kerawanan daerah masih tersebar di sejumlah instansi sehingga memerlukan waktu lebih lama untuk dihimpun dan dianalisis.
“SITARA hadir sebagai wadah integrasi data dan informasi agar seluruh pemangku kepentingan memiliki referensi yang sama dalam melakukan deteksi dini dan langkah antisipatif. Dengan sistem ini, penanganan berbagai persoalan dapat dilakukan lebih cepat, tepat, dan terukur,” ujarnya pada Selasa (9/6).
Menurut Hatmiati, inovasi tersebut tidak hanya berfungsi sebagai bank data, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam mendukung perumusan kebijakan berbasis fakta dan kondisi riil di lapangan.
Ia menambahkan, pengembangan SITARA dilakukan secara bertahap. Dalam jangka pendek, fokus diarahkan pada pembangunan sistem informasi terpadu dan penyediaan data yang cepat serta akurat. Selanjutnya, pada tahap menengah akan dilakukan penguatan kolaborasi antarlembaga dan optimalisasi analisis data untuk mendukung deteksi dini berbagai potensi gangguan.
Sementara pada tahap jangka panjang, SITARA ditargetkan menjadi pusat rujukan data strategis daerah yang mampu mendukung tata kelola pemerintahan yang adaptif serta mendorong terciptanya masyarakat yang aman, sejahtera, berbudaya, dan berdaya saing.
Dukungan terhadap inovasi tersebut datang dari berbagai pihak. Sekretaris Daerah HSU H Adi Lesmana, menyampaikan apresiasinya atas gagasan yang dinilai mampu menjawab tantangan pemerintahan modern yang menuntut kecepatan, akurasi, dan kolaborasi.
Menurutnya, SITARA merupakan inovasi yang relevan dengan kebutuhan daerah karena mengintegrasikan berbagai informasi strategis dalam satu sistem yang mudah diakses oleh para pemangku kepentingan.
“Ini bukan sekadar aplikasi, tetapi instrumen pengambilan kebijakan. Saya berharap SITARA dapat terus dikembangkan dan menjadi model pengelolaan data kewaspadaan daerah yang efektif serta berkelanjutan,” ujar Sekda.
Apresiasi juga diberikan Bupati HSU H. Sahrujani dan Wakil Bupati Hero Setiawan. Keduanya menilai inovasi yang digagas Dr Hatmiati tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antarinstansi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Melalui SITARA, pemerintah daerah berharap potensi gangguan keamanan dan ketertiban dapat dideteksi lebih awal sehingga langkah pencegahan dapat dilakukan secara cepat dan tepat. Kehadiran sistem ini juga diharapkan mampu memperkuat stabilitas daerah sebagai fondasi utama percepatan pembangunan di Kabupaten Hulu Sungai Utara.
Editor : Fauzan Ridhani