RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN – Penantian panjang warga Simpang Sungai Jelai, Banjarmasin, tampaknya segera berakhir. Pemerintah Kota Banjarmasin memastikan perbaikan jalan di kawasan tersebut akan direalisasikan setelah penyusunan desain teknis atau Detail Engineering Design (DED) rampung.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, Chandra Iriandhy Wijaya, mengatakan pihaknya sudah melakukan survei dan pengukuran di lapangan.
“Sudah kita cek dan melakukan pengukuran jalan yang akan diperbaiki sekitar 500 meter menuju SDN Basirih 10,” kata Chandra.
Menurut Chandra, penanganan jalan itu diprioritaskan untuk kepentingan warga sekitar. Akses tersebut merupakan jalur utama masyarakat Simpang Jelai yang selama ini harus melewati jalan dengan kondisi kurang memadai.
Saat ini, PUPR masih mengkaji bentuk perbaikan yang paling tepat. Selain mempertimbangkan lebar badan jalan sekitar 4–5 meter, konstruksi juga akan diperkuat karena lokasinya berada di bantaran sungai dan kerap terdampak pasang surut air.
“Jalan itu terindikasi akan ditangani Pemko, jadi pasti. Akses ini bukan hanya digunakan anak-anak sekolah, tetapi juga masyarakat Simpang Jelai dari depan sampai ke dalam,” tegasnya.
Ia menambahkan, penanganan Jalan Simpang Jelai telah masuk dalam prioritas pemerintah daerah setelah mendapat arahan langsung dari Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin. Karena itu, proses perencanaan dipercepat agar pekerjaan bisa segera direalisasikan.
DPRD Dukung dan Minta Kepastian Waktu
Rencana perbaikan tersebut mendapat dukungan dari Komisi III DPRD Kota Banjarmasin. Anggota Komisi III, Rian Zulfikar, mengapresiasi langkah Pemko yang mulai serius menindaklanjuti aspirasi warga.
“Kami mengapresiasi perhatian Pemko dan Dinas PUPR yang mulai serius menindaklanjuti kebutuhan warga Simpang Sungai Jelai. Ini menunjukkan pemerintah hadir menjawab persoalan yang sudah lama dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Namun, politisi muda Fraksi Golkar itu mengingatkan agar proyek tidak dikerjakan setengah-setengah. Menurutnya, desain jalan harus mampu menjawab persoalan banjir pasang yang selama ini menghantui kawasan tersebut.
“Yang paling penting adalah kepastian waktu pelaksanaan. Warga sudah lama menunggu, sehingga setelah DED selesai harus ada kejelasan kapan pekerjaan dimulai. Kami di Komisi III akan terus mengawal agar proyek ini benar-benar terealisasi,” tegas Rian.
Bagi warga Simpang Sungai Jelai, kepastian ini menjadi angin segar setelah bertahun-tahun menghadapi jalan rusak dan akses yang sulit dilalui, terutama saat air pasang.
Editor : Eddy Hardiyanto