RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, PELAIHARI - Ornamen anggrek bulan, balanga, hingga motif ombak dan karang akan menghiasi Tugu Nol Kilometer di kawasan Pasar Lama, Pelaihari yang bakal segera direvitalisasi.
Kepala DPRKPLH Tala, Gusti Dwi Erzandi Kusuma mengatakan, desain baru tugu mengadopsi unsur-unsur dari logo Fantastic Tanah Laut.
“Puncak tugu akan dibentuk menyerupai siluet anggrek bulan yang merupakan tanaman endemik Bumi Tuntung Pandang. Selain itu, akan dipasang lampu-lampu hias sehingga kawasan tugu terlihat lebih menarik dan hidup pada malam hari,” ujarnya, Minggu (7/6/2026).
Selain anggrek bulan, ornamen balanga turut menjadi bagian utama desain. Bentuk ini diambil dari logo Pemkab Tala dan melambangkan melimpahnya kekayaan alam daerah.
“Bentuk spiral yang diterapkan menjadi simbol kekayaan alam yang terus bergerak dan berkesinambungan,” jelasnya.
Pada bagian altar, sambung Erzan, tugu juga akan dihiasi ornamen ombak, karang sinapur, serta motif tanaman yang menggambarkan potensi sumber daya alam Tala, baik dari sektor laut maupun daratan.
Ia memastikan revitalisasi tidak akan berdampak pada permukiman warga maupun memerlukan pembebasan lahan.
“Tidak ada relokasi. Ini murni untuk memperindah kawasan,” tegasnya.
Rencana tersebut mendapat dukungan masyarakat. Warga Pelaihari, Rahman, berharap pembangunan tetap memperhatikan kondisi lalu lintas di kawasan tersebut.
“Yang penting jangan terlalu besar, karena persimpangan ini sering padat,” katanya.
Tugu Nol Kilometer sendiri merupakan titik strategis di kawasan Pasar Lama yang menghubungkan empat ruas jalan menuju permukiman, tempat ibadah, serta RTH Nol Kilometer dan menjadi penanda penting aktivitas warga.
Editor : Arif Subekti