Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Bawaslu Kalsel: Mahasiswa Jangan Cuma Nongkrong

Zulvan Rahmatan • Jumat, 5 Juni 2026 | 15:49 WIB
BERDISKUSI: Ketua Bawaslu Kalsel, Aries Mardiono berdiskusi bersama Himapem ULM saat kunjungan. Ia mengingatkan mahasiswa harus berorganisasi. (Zulvan Rahmatan/Radar Banjarmasin)
BERDISKUSI: Ketua Bawaslu Kalsel, Aries Mardiono berdiskusi bersama Himapem ULM saat kunjungan. Ia mengingatkan mahasiswa harus berorganisasi. (Zulvan Rahmatan/Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin - Ketua Bawaslu Kalimantan Selatan (Kalsel), Aries Mardiono mengingatkan mahasiswa adalah motor penggerak reformasi. Sejarah mencatat gerakan besarnya terjadi pada tahun 1998.

Menurutnya, di era saat ini perjuangan tidak harus selalu menjadi motor reformasi jilid kedua. Cara mengambil peran dapat dilakukan dengan mengisi ruang atau lembaga yang sudah ada.

Untuk itu, Aries mengingatkan pentingnya berorganisasi saat kuliah. Mahasiswa diimbau aktif dan tidak hanya sekedar datang ke kampus untuk kuliah lalu langsung pulang ke rumah.

Ia mengatakan, kampus dan organisasi kemahasiswaan di dalamnya merupakan wadah mengasah diri. Baik organisasi intra maupun ekstra kampus.

“Jangan menghabiskan waktu sekedar nongkrong dan pacaran tapi tidak ikut organisasi untuk mengasah diri,” ujarnya, saat dikunjungi Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan (Himapem), Universitas Lambung Mangkurat, Rabu (3/6/2026).

Ia menilai, mayoritas mahasiswa saat ini ditopang oleh orang tua yang masih mampu memberikan pendidikan. Terlebih, masih ada yang mencarikan uang di kampung untuk anaknya bisa terus berkuliah.

Sehingga itu, Aries menekankan, waktu yang ada selama di kampus jangan sampai disia-siakan hanya untuk kegiatan monoton seperti kuliah, pulang dan minum kopi

“Waktu tersebut harus digunakan untuk belajar dan berorganisasi demi mencapai kesuksesan,” tuturnya.

Ia menambahkan, organisasi merupakan tempat membangun jejaring. Alumni atau jebolannya sudah banyak sukses di berbagai sektor, baik swasta hingga pemerintahan.

“Karena kader-kader ini sudah ditempa di organisasi sehingga ketika memerlukan tenaga kerja sudah siap,” ungkapnya.

Secara jenaka, ia menyampaikan bahwa aktivis yang memiliki cukup modal akan mencalonkan diri ke panggung politik alias nyalon legislatif (nyaleg). Sedangkan yang tidak, kebagian sebagai penyelenggara pemilihan.

Sebab ia menilai, mahasiswa atau pemuda yang cenderung aktif dan mengasah wawasan memiliki idealisme dan integritas untuk melanjutkan masa depan negara, seperti halnya mengisi posisi Bawaslu, KPU, pemerintahan hingga partai politik. Maka itu, ia menekankan agar mahasiswa tidak apatis dan anti politik.

“Karena semua ruang kepemimpinan di negara saat ini jalurnya melalui partai politik, baik legislatif maupun kepala daerah,” jelasnya.

Selain itu, menurutnya, jika institusi demokrasi seperti parpol tidak diisi oleh calon yang tidak memiliki rekam wawasan, maka ruang itu akan diisi oleh sosok yang belum tentu punya nasionalisme atau rekam jejak yang baik.

Editor : Sutrisno
#banjarmasin #Bawaslu #Kalsel