BANJARBARU – Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Banjarmasin menghadirkan inovasi kuliner sehat bertajuk LaSa SiMa (Lauk Sayur Siap Masak) melalui Program Pengembangan Kewirausahaan (PPK). Produk ini dirancang sebagai solusi praktis bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu untuk menyiapkan makanan bergizi di rumah.
LaSa SiMa merupakan paket lauk dan sayuran siap masak yang telah dibersihkan, dipotong, serta dilengkapi bumbu alami tanpa bahan pengawet. Konsumen hanya perlu memasaknya selama 10–15 menit sebelum disajikan.
Dosen ahli gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin, Laila Shalehah, S.Tr.Gizi., M.Gizi, menjelaskan bahwa setiap menu disusun dengan memperhatikan aspek gizi, kebersihan, dan keamanan pangan.
“Inovasi ini tidak hanya menawarkan kepraktisan, tetapi juga memastikan kebutuhan gizi konsumen tetap terpenuhi melalui bahan baku dan proses pengolahan yang sesuai standar,” ujarnya.
Program kewirausahaan tersebut melibatkan kolaborasi lintas jurusan di lingkungan kampus. Mahasiswa gizi berperan dalam penyusunan menu dan perhitungan nilai gizi, sementara mahasiswa dari jurusan lain turut berkontribusi dalam pengembangan usaha, manajemen, dan pemasaran.
Ketua pengabdian kepada masyarakat, Dr. Syamsul Firdaus, S.Kp., M.Kes, mengatakan pihaknya telah melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) dan pelatihan kewirausahaan yang diikuti 20 mahasiswa calon wirausaha dengan dukungan 11 civitas akademika, termasuk dosen pendamping, alumni, dan tim dapur asrama.
Dalam proses produksinya, LaSa SiMa menerapkan teknologi pangan modern, mulai dari pencucian higienis, blanching, vacuum packaging, hingga sistem penyimpanan dan distribusi berpendingin (cold chain) guna menjaga kualitas dan kesegaran produk.
Pemasaran dilakukan melalui sistem pre-order menggunakan media sosial seperti WhatsApp dan Instagram serta didukung penjualan langsung melalui website dan jaringan ritel SamaraMart yang dikelola alumni Poltekkes Kemenkes Banjarmasin.
Berbagai pilihan menu ditawarkan, mulai dari ayam teriyaki, rendang, bulgogi, tuna suwir pedas, udang asam manis, hingga menu khas Nusantara seperti Soto Banjar dan Soto Betawi.
Selain mendorong lahirnya wirausaha muda, program ini juga diharapkan mampu memperkuat ekonomi lokal melalui kemitraan dengan petani dan UMKM penyedia bahan baku. Poltekkes Kemenkes Banjarmasin menargetkan pembinaan 20 tenant mahasiswa setiap tahun sebagai bagian dari pengembangan ekosistem kewirausahaan kampus.