Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Karhutla Mengintai ! BPBD Tanah Laut Tingkatkan Kewaspadaan

Norsalim Yahya • Kamis, 4 Juni 2026 | 15:53 WIB
KEWASPADAAN: Personel BPBD Tanah Laut ketika mengikuti Apel Kesiapsiagaan Penanganan Karhutla di Tala.
KEWASPADAAN: Personel BPBD Tanah Laut ketika mengikuti Apel Kesiapsiagaan Penanganan Karhutla di Tala.

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, PELAIHARI - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanah Laut mulai meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi musim kemarau ekstrem yang diperkirakan akan semakin terasa dalam beberapa waktu ke depan.

Meski status kebencanaan saat ini masih berada pada tahap siaga, BPBD telah memperkuat langkah antisipasi menyusul munculnya tanda-tanda awal musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino.

Kepala Pelaksana BPBD Tanah Laut, Aspi Setia Rahman, mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan cuaca dan berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Selatan guna memperoleh data terbaru sebagai dasar pengambilan langkah.

“Secara kasat mata, tanda-tanda kemarau sudah mulai terlihat. Angin mulai terasa lebih kering dan kondisi langit pada malam hari cenderung cerah. Namun kami tetap menunggu rilis resmi BMKG untuk menentukan langkah berikutnya,” ujarnya, Kamis (4/6/2026).

Menurut Aspi, BPBD saat ini masih fokus pada tahap kesiapsiagaan. Personel dan peralatan belum dikerahkan secara besar-besaran ke lapangan, namun sistem respons cepat terus diperkuat untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Sebanyak enam personel yang tergabung dalam satu regu siaga disiapkan setiap hari di Posko Induk BPBD Tanah Laut di Jalan A Syairani, Pelaihari. Mereka bertugas memantau kondisi lapangan dan melakukan analisis dini terhadap potensi bencana.

“Tim kami siaga penuh setiap hari. Jika ada indikasi kebakaran atau kondisi darurat lainnya, personel dapat langsung bergerak ke lokasi,” jelasnya.

Selain kesiapan personel, BPBD juga memastikan seluruh armada dan peralatan pemadam kebakaran dalam kondisi optimal melalui pengecekan rutin agar siap digunakan kapan saja.

BPBD Tanah Laut menetapkan tiga kecamatan sebagai wilayah prioritas pengawasan selama musim kemarau, yakni Kecamatan Tambang Ulang, Bati-Bati, dan Kurau. Ketiga wilayah tersebut dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kebakaran lahan saat cuaca kering berkepanjangan.

Aspi menuturkan, apabila kondisi cuaca semakin ekstrem dan status kebencanaan meningkat menjadi tanggap darurat, pihaknya akan membuka posko lapangan di wilayah rawan untuk mempercepat penanganan dan koordinasi.

Khusus di Kecamatan Tambang Ulang, Desa Sungai Pinang diproyeksikan menjadi lokasi posko utama karena wilayah tersebut kerap menjadi titik awal terjadinya kebakaran lahan dalam beberapa tahun terakhir.

“Berdasarkan evaluasi kejadian sebelumnya, kebakaran sering bermula dari Sungai Pinang, kemudian meluas ke wilayah Gunung Raja hingga merambat ke Bati-Bati,” ungkap Aspi.

BPBD berharap masyarakat turut meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran lahan selama musim kemarau berlangsung.

Editor : Eddy Hardiyanto
#kewaspadaan #karhutla #BPBD Tanah Laut