BANJAR– Dosen lintas jurusan dari Jurusan Keperawatan, Kebidanan, dan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin menggandeng Puskesmas Astambul melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertema "Pemanfaatan Layanan Kesehatan dalam Upaya Pencegahan Kejadian Risiko pada Ibu Hamil Melalui Layanan Konsultasi dan Nutrisi Ibu Hamil", bertempat di Pinggiran Sungai Wilayah Kerja Puskesmas Astambul Tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung pada 23 dan 30 April 2026 di kawasan pinggiran sungai Desa Pasar Jati, Kabupaten Banjar ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Program tersebut melibatkan dosen dari berbagai disiplin ilmu, yakni Ainun Sajidah, S.Kep., Ns., M.Biomed., Siti Mas'odah, S.Pd., M.Gizi, Januarsih, S.ST., M.Keb., dan Dr. Andi Parellangi Thahir, S.Kep., Ners., M.Kep., M.H.
Selain dosen, kegiatan juga didukung oleh mahasiswa Jurusan Keperawatan, bidan desa, kader kesehatan, keluarga pendamping ibu hamil, serta para ibu hamil yang menjadi sasaran program.
Ketua tim pengabdian, Ainun Sajidah, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemanfaatan layanan kesehatan oleh ibu hamil sebagai upaya pencegahan risiko kehamilan melalui layanan konsultasi kesehatan dan edukasi nutrisi, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di kawasan pinggiran sungai.
Menurutnya, kehamilan merupakan periode penting yang membutuhkan perhatian khusus karena berbagai risiko dapat terjadi, seperti anemia, hipertensi dalam kehamilan, perdarahan, kekurangan energi kronis (KEK), diabetes gestasional, hingga gangguan pertumbuhan janin. Kondisi tersebut dapat meningkatkan angka kesakitan maupun kematian ibu dan bayi apabila tidak terdeteksi dan ditangani sejak dini.
“Penyebab utama kematian ibu berkaitan dengan adanya faktor risiko pada masa kehamilan, termasuk perdarahan, abortus, dan KEK. Karena itu, peran keluarga dan pendamping sangat penting untuk mengenali tanda bahaya kehamilan, membantu ibu mengakses fasilitas kesehatan, serta memastikan ibu mendapatkan pelayanan yang diperlukan,” ujar Ainun.
Ia menambahkan, data di wilayah kerja Puskesmas Astambul menunjukkan kasus kematian ibu cenderung meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya penguatan edukasi dan pendampingan bagi ibu hamil di masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, tim pengabdian memberikan pendidikan kesehatan mengenai Ante Natal Care (ANC), pemeriksaan kesehatan rutin seperti pengukuran tekanan darah, berat badan, dan tinggi badan, serta pendampingan bagi ibu hamil berisiko tinggi bersama keluarganya. Tim juga menyalurkan bantuan nutrisi berupa telur dan susu untuk mendukung pemenuhan gizi ibu hamil.
Sebagai upaya keberlanjutan program, tim menyerahkan berbagai sarana pendukung kepada kader kesehatan desa, antara lain leaflet edukasi, modul kesehatan, tensimeter digital, serta alat ukur berat badan dan tinggi badan digital. Monitoring dan evaluasi program selanjutnya akan dilakukan bersama kader setempat.
Program yang dipersiapkan melalui koordinasi dengan pemerintah desa, bidan, dan kader kesehatan ini direncanakan berlanjut pada 2027 dengan fokus pada optimalisasi fasilitas kesehatan desa dalam mendukung pelayanan kesehatan ibu hamil di kawasan pinggiran sungai.
Melalui program berkelanjutan tersebut, tim berharap risiko kehamilan dapat ditekan, kasus kegawatdaruratan yang tidak terdeteksi dapat diminimalkan, serta angka kematian ibu di Kabupaten Banjar dapat terus menurun.