RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN – Upaya menanamkan kecintaan terhadap sejarah dan budaya daerah sejak usia dini terus dilakukan Kesultanan Banjar. Salah satunya melalui program Safari Madihin Goes To School, yang menghadirkan seni tutur tradisional khas Banjar sebagai media edukasi bagi para pelajar.
Program tersebut kembali digelar di SDN Sungai Lulut 1 Kabupaten Banjar, dan mendapat sambutan antusias dari para siswa. Melalui syair Madihin yang dikemas ringan, komunikatif, dan penuh humor, peserta diajak mengenal sejarah Kesultanan Banjar, tokoh-tokoh penting Banua, hingga nilai-nilai budaya yang diwariskan kepada generasi sekarang.
Humas Kesultanan Banjar, Ahmad Yusuf mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Kesultanan Banjar untuk mendekatkan sejarah kepada generasi muda dengan metode yang lebih menarik dan mudah diterima.
Menurutnya, pengenalan sejarah tidak harus selalu dilakukan melalui metode pembelajaran formal di dalam kelas. Seni Madihin dinilai mampu menjadi sarana efektif untuk menyampaikan pesan-pesan sejarah dan budaya kepada anak-anak.
“Madihin adalah warisan budaya Banjar yang sangat dekat dengan masyarakat. Melalui media ini, anak-anak bisa mengenal sejarah daerahnya dengan suasana yang menyenangkan sehingga lebih mudah dipahami dan diingat,” ujarnya, Rabu (3/6/2026).
Selain mengenalkan sejarah Kesultanan Banjar, kegiatan tersebut juga mengangkat pesan-pesan moral dan sosial. Kesultanan Banjar berkolaborasi dengan Sahabat Yatim untuk menanamkan nilai kepedulian, empati, serta semangat berbagi kepada sesama sejak dini.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga diajak berinteraksi melalui berbagai sesi tanya jawab dan permainan edukatif yang berkaitan dengan budaya Banjar.
Ahmad Yusuf berharap program serupa dapat terus menjangkau lebih banyak sekolah di Kalimantan Selatan sehingga semakin banyak generasi muda yang memahami identitas dan akar budayanya sendiri.
“Kami ingin anak-anak Banua mengenal sejarah daerahnya, bangga terhadap budayanya, dan memiliki karakter yang baik. Budaya harus terus diwariskan agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman,” katanya.
Melalui Safari Madihin Goes To School, Kesultanan Banjar berharap pelestarian budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab para pemerhati budaya, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan generasi muda yang kelak akan meneruskan warisan sejarah dan tradisi Banjar.
Editor : Fauzan Ridhani