RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarbaru - Kabupaten Tanah Laut (Tala) sedang menjadi perhatian, setelah mencatatkan inflasi tertinggi di Kalimantan Selatan (Kalsel) pada Mei 2026.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel, inflasi di Tala mencapai 5,03 persen secara tahunan (year-on-year/y-on-y).
Angka tersebut melampaui rata-rata inflasi provinsi yang berada di level 4,22 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 112,98. Kondisi ini mengindikasikan adanya tekanan harga yang cukup signifikan pada sejumlah komoditas di wilayah tersebut.
Lonjakan inflasi ini sekaligus menempatkan Bumi Tuntung Pandang sebagai daerah dengan kenaikan harga tertinggi di Kalsel. Situasi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah dalam upaya menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat.
Sekretaris Daerah (Sekda) Tala, Ismail Fahmi mengungkapkan bahwa data inflasi tersebut merupakan hasil survei mingguan yang dilakukan oleh BPS.
Menyikapi hal itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tala berencana melakukan berbagai langkah intervensi untuk menekan laju inflasi.
“Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah menggelar pasar murah serta segera berkoordinasi dengan seluruh SKPD terkait,” ujarnya, Rabu (3/6/2026)
Ia berharap langkah tersebut diharapkan dapat membantu menstabilkan harga kebutuhan pokok sekaligus meringankan beban masyarakat di tengah meningkatnya tekanan inflasi.
Editor : M Oscar Fraby