MARTAPURA – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (Pengabmas) Poltekkes Kemenkes Banjarmasin melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan dan perawatan pasien stroke di Desa Telok Selong Ulu, Kabupaten Banjar. Kegiatan yang berlangsung pada 9 hingga 19 Mei 2026 ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mencegah serta merawat pasien stroke secara mandiri di lingkungan keluarga.
Kegiatan dipimpin oleh Hammad, S.Kep., Ns., M.Kep bersama Muhammad Rasyid, S.Kep., Ns., MPH, Ainun Sajidah, S.Kep., Ns., M.Biomed, dan Rahmani, STP., MP.
Stroke merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama kecacatan dan kematian di Indonesia. Kalimantan Selatan juga termasuk provinsi dengan angka kejadian stroke yang cukup tinggi. Kondisi tersebut mendorong perlunya upaya pencegahan dan perawatan yang melibatkan masyarakat secara aktif, khususnya di wilayah pinggiran Sungai Martapura yang masih memiliki keterbatasan akses informasi kesehatan.
Pada tahap awal, peserta mengikuti pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan mengenai stroke. Selanjutnya, tim pengabmas memberikan penyuluhan kesehatan terkait pengertian stroke, faktor risiko, tanda dan gejala, komplikasi, langkah pencegahan, serta pentingnya penanganan cepat bagi penderita stroke.
Ketua Tim Pengabmas, Hammad, mengatakan bahwa kegiatan tersebut dirancang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya stroke sekaligus memperkuat kemampuan keluarga dalam melakukan perawatan pasien di rumah.
“Stroke merupakan penyakit yang dapat dicegah apabila masyarakat memahami faktor risikonya sejak dini. Melalui kegiatan ini, kami ingin meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus membekali keluarga dengan keterampilan dasar dalam merawat pasien stroke di rumah,” ujarnya.
Tidak hanya memberikan edukasi, tim juga melaksanakan demonstrasi perawatan pasien stroke di rumah. Materi yang diberikan meliputi teknik membantu mobilisasi pasien, pencegahan luka tekan, latihan rentang gerak atau Range of Motion (ROM), pemenuhan kebutuhan nutrisi, hingga dukungan psikologis bagi pasien dan keluarga.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pemantauan kesehatan masyarakat, tim pengabmas menyerahkan bantuan berupa tensimeter digital kepada kader kesehatan dan perwakilan warga Desa Telok Selong Ulu. Peserta juga mendapatkan pelatihan penggunaan alat tersebut secara tepat untuk memantau tekanan darah secara mandiri.
Selama kegiatan berlangsung, masyarakat menunjukkan antusiasme yang tinggi. Hal ini terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan mengenai cara mencegah stroke, pola makan sehat, aktivitas fisik yang dianjurkan, hingga pengobatan yang harus dijalani pasien stroke. Warga juga aktif mengikuti praktik penggunaan tensimeter digital dan simulasi perawatan pasien di rumah.
“Antusiasme masyarakat yang tinggi menunjukkan bahwa edukasi kesehatan secara langsung masih sangat dibutuhkan, terutama di wilayah yang memiliki keterbatasan akses informasi kesehatan,” kata Hammad.
Pada akhir kegiatan, peserta kembali mengikuti post-test untuk mengevaluasi hasil edukasi yang telah diberikan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai faktor risiko stroke, tanda dan gejala, tindakan darurat saat terjadi stroke, serta kemampuan keluarga dalam melakukan perawatan dasar pasien stroke di rumah.
Sebagai tindak lanjut, dibentuk Kelompok Peduli Masyarakat Hipertensi dan Stroke yang diharapkan menjadi wadah pendampingan dan penggerak upaya menjaga kesehatan warga secara berkelanjutan.
Pemerintah Desa dan masyarakat Telok Selong Ulu menyambut positif kegiatan tersebut. Kepala Desa Telok Selong Ulu berharap program serupa dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang karena dinilai memberikan manfaat besar dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat kami. Harapannya, program seperti ini dapat terus berlanjut sehingga masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan dan mampu mencegah penyakit yang berisiko menimbulkan kecacatan maupun kematian,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Tim Pengabmas Poltekkes Kemenkes Banjarmasin berharap masyarakat dapat lebih mandiri dalam melakukan pencegahan stroke, mengendalikan faktor risiko seperti hipertensi, serta memberikan perawatan yang tepat bagi anggota keluarga yang mengalami stroke.
Editor : Nurhidayat