RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Amuntai – Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) semakin menunjukkan peran strategis dalam menopang perekonomian Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).
Tidak hanya menjadi penyerap tenaga kerja terbesar, sektor ini juga salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah yang pada 2025 mencapai 5,02 persen.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) HSU mencatat jumlah usaha mikro dan kecil di daerah berjuluk Kota Bertaqwa itu mencapai 50.821 unit. Sementara usaha menengah berjumlah 106 unit dan usaha besar sebanyak 20 unit.
Jumlah tersebut menjadikan HSU sebagai salah satu daerah dengan populasi UMKM terbesar di kawasan Banua Enam. Dominasi usaha skala mikro dan kecil juga menunjukkan aktivitas ekonomi masyarakat tumbuh hingga tingkat akar rumput.
Klasifikasi tersebut mengacu pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang UMKM serta Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Pelindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan UMKM.
BPS mencatat pertumbuhan ekonomi HSU pada 2025 mencapai 5,02 persen atau melampaui target RPJMD sebesar 4,52 persen. Sektor perdagangan menjadi kontributor terbesar terhadap perekonomian daerah dengan kontribusi 16,53 persen.
Kuatnya aktivitas perdagangan tersebut tidak terlepas dari peran ribuan pelaku UMKM yang bergerak di berbagai bidang usaha, mulai perdagangan eceran, kuliner, jasa, kerajinan, hingga industri rumah tangga.
Di tengah tantangan ekonomi nasional, daya tahan UMKM dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga perputaran ekonomi daerah. Selain menciptakan lapangan pekerjaan, sektor ini juga berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan masyarakat.
Wakil Bupati HSU Hero Setiawan mengatakan, UMKM memiliki potensi besar untuk terus berkembang karena didukung jumlah pelaku usaha yang sangat banyak serta keberagaman produk lokal yang dimiliki daerah.
Menurutnya, penguatan sektor UMKM menjadi salah satu fokus pemerintah daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
“Potensi UMKM di HSU sangat besar. Tinggal bagaimana kita memperkuat pembinaan, akses pemasaran, permodalan, dan inovasi produk agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” ujar Wabup Hero Setiawan pada media ini Senin (1/6).
Hero menambahkan, pemerintah daerah terus berupaya mendorong pelaku usaha agar naik kelas melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“UMKM adalah kekuatan ekonomi masyarakat. Jika sektor ini berkembang, maka dampaknya akan langsung dirasakan masyarakat melalui peningkatan pendapatan dan terbukanya lapangan kerja baru, disamping sektor lainnya," katanya.
Selain UMKM, sektor perdagangan juga didukung kondisi ekonomi daerah yang relatif stabil. Sepanjang 2025, inflasi di HSU masih terkendali meski sejumlah komoditas seperti beras, daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah, cabai merah, cabai rawit, minyak goreng, gula pasir, bawang putih, dan daging sapi turut memengaruhi pergerakan harga.
Data BPS menunjukkan UMKM tetap menjadi fondasi utama ekonomi Kabupaten Hulu Sungai Utara. Dengan lebih dari 50 ribu unit usaha yang aktif, sektor ini tidak hanya menggerakkan perdagangan daerah, tetapi juga menjadi penyangga kesejahteraan masyarakat di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang.
Sementara itu, Husin, pelaku UMKM kuliner di Kecamatan Amuntai Selatan pada kerajinan tenun tradisional, mengatakan keberadaan UMKM saat ini menjadi sumber penghidupan bagi banyak keluarga di HSU.
Menurutnya, meski persaingan usaha semakin ketat, peluang pasar masih terbuka lebar selama pelaku usaha mampu berinovasi dan menjaga kualitas produk.
“UMKM sekarang menjadi penopang ekonomi keluarga. Banyak masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari usaha kecil, baik kuliner, kerajinan, maupun perdagangan. Yang penting terus berinovasi dan mengikuti kebutuhan pasar,” ujarnya.
Husin mengaku dukungan pemerintah daerah melalui berbagai pelatihan dan promosi produk lokal cukup membantu pelaku usaha dalam mengembangkan usahanya.
“Kami berharap pembinaan terus ditingkatkan, terutama terkait pemasaran digital dan akses permodalan. Dengan begitu UMKM di HSU bisa naik kelas dan mampu bersaing dengan produk dari luar daerah,” katanya.
Editor : Sutrisno