Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Jadi Tempat Rekreasi Keluarga ! Ketua TP-PPK Banjarmasin Tekankan Kehadiran Taman Edukasi Satwa Jahri Saleh Dapat Terus Terjaga 

Zulvan Rahmatan • Senin, 1 Juni 2026 | 14:41 WIB
EDUKASI: Sejumlah anak-anak menyaksikan keberadaan satwa burung merak di Taman Edukasi Jahri Saleh Banjarmasin.
EDUKASI: Sejumlah anak-anak menyaksikan keberadaan satwa burung merak di Taman Edukasi Jahri Saleh Banjarmasin.

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN - Taman Edukasi Satwa Jahri Saleh semakin menjadi primadona baru bagi warga Kota Banjarmasin. Setiap akhir pekan, kawasan tersebut dipadati pengunjung yang datang bersama keluarga untuk menikmati suasana rekreasi sekaligus mengenalkan berbagai jenis satwa kepada anak-anak.

Meski proses rehabilitasi masih berlangsung, antusiasme masyarakat terus meningkat. Taman yang hanya dibuka pada Sabtu dan Minggu itu kini menjadi salah satu alternatif wisata keluarga yang mudah dijangkau di dalam kota.

Jadi Jawaban Kebutuhan Rekreasi Warga

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Banjarmasin, Neli Listriani, menilai keberadaan Taman Edukasi Satwa telah menjawab kebutuhan masyarakat akan ruang rekreasi keluarga yang murah, edukatif, dan mudah diakses.

Menurutnya, tantangan terbesar saat ini bukan lagi membangun fasilitas, melainkan menjaga agar taman tetap menarik dan terus diminati masyarakat dalam jangka panjang.

“Membangun sesuatu itu mudah, tapi untuk menjaga agar terus ramai perlu perawatan dan atensi yang mendalam secara berkelanjutan,” ujarnya, Minggu (31/5/2026).

Neli berharap berbagai kegiatan dan event keluarga terus digelar untuk menjaga daya tarik taman sekaligus memberikan pengalaman yang berbeda bagi para pengunjung.

Dongkrak Ekonomi Pelaku UMK

Selain menjadi sarana rekreasi, taman tersebut juga dinilai mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar, khususnya pelaku Usaha Mikro Kecil (UMK).

Menurut Neli, semakin banyak pengunjung yang datang, semakin besar pula peluang pedagang dan pelaku usaha lokal meningkatkan pendapatan mereka.

“Kita harap seluruh leading sektor warga sekitar bisa terkena dampak. Ada peningkatan ekonomi karena dagangan mereka bisa laris manis,” katanya.

Satwa Jadi Media Edukasi Anak-anak

Sebagai taman edukasi, keberadaan berbagai jenis satwa menjadi daya tarik utama bagi pengunjung, terutama anak-anak.

Mulai dari burung merak, burung kakak tua, merpati, kelinci hingga kuda kini dapat dilihat lebih dekat oleh masyarakat. Namun demikian, Neli menilai fasilitas edukasi masih perlu ditingkatkan, salah satunya dengan menambahkan papan informasi yang menjelaskan karakteristik setiap satwa.

“Hewan seperti itu jarang ditemukan, namun di taman edukasi itu kita sediakan agar anak-anak bisa mengenal dan belajar tentang satwa,” ungkapnya.

Tak hanya satwa, kehadiran cosplayer karakter superhero seperti Power Rangers dan Transformer juga turut mencuri perhatian pengunjung cilik.

Alternatif Wisata Keluarga di Dalam Kota

Ramainya pengunjung terlihat dari area parkir yang hampir selalu penuh setiap akhir pekan. Kendaraan roda dua maupun roda empat terus berdatangan sejak pagi hingga sore hari.

Ani, seorang ibu rumah tangga yang datang bersama keluarganya, mengaku senang dengan keberadaan taman tersebut. Menurutnya, Taman Edukasi Satwa menjadi pilihan wisata yang berbeda dibanding pusat perbelanjaan atau arena permainan modern.

“Pusat perbelanjaan dan tempat bermain modern sudah sering. Sekarang kami bisa mengajak anak-anak melihat berbagai satwa lebih dekat tanpa harus keluar kota,” ujarnya.

Rehabilitasi Masih Berjalan

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Banjarmasin, Yuliansyah Effendi, mengatakan proses rehabilitasi taman masih terus berjalan sesuai tahapan yang telah direncanakan.

Salah satu fasilitas yang sedang dibenahi adalah kolam air mancur yang kini menunjukkan perkembangan positif.

Menurut Yuliansyah, meski taman hanya dibuka saat akhir pekan karena proyek rehabilitasi masih berlangsung pada hari kerja, jumlah pengunjung justru terus meningkat.

“Walaupun dengan keadaan seperti ini, jumlah pengunjung terus meningkat setiap akhir pekan,” katanya.

Saat ini, pengunjung masih dapat menikmati fasilitas taman secara gratis. Namun ke depan, pemerintah akan merancang berbagai fasilitas pendukung seperti musala dan sistem pengelolaan parkir yang lebih baik.

Satwa Tidak Berasal dari Jenis Dilindungi

Yuliansyah memastikan seluruh satwa yang didatangkan merupakan hewan yang mudah diperoleh dan tidak termasuk kategori satwa dilindungi.

Hal tersebut dilakukan agar pengelolaan taman tidak bergantung pada proses perizinan khusus maupun keterlibatan lembaga konservasi.

“Yang didatangkan bukan satwa yang dilindungi, sehingga mudah diadakan,” jelasnya.

Ia menambahkan, peningkatan sarana edukasi seperti papan informasi satwa dan penataan kawasan akan dilakukan secara bertahap seiring proses penyempurnaan taman.

Editor : Eddy Hardiyanto
#Jahri Saleh #Rekreasi #banjarmasin #Taman Edukasi Satwa