RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Paringin - Kawasan pelosok yang selama ini gelap gulita dan belum terjangkau jaringan listrik di Kabupaten Balangan, perlahan mulai ditata.
Tahun 2026 ini, Dinas Perhubungan (Dishub) setempat menggenjot perluasan infrastruktur penerangan jalan umum (PJU) hingga ke wilayah pedalaman.
Kepala Dishub Balangan, Musa Abdullah menyampaikan, perluasan ini terbagi dalam dua fokus. Program pertama menyasar jalan kabupaten dan perkotaan, sedangkan program kedua secara spesifik membidik kawasan pelosok yang terisolasi dari akses penerangan.
"Tahun ini, kami memprioritaskan pemenuhan PJU tenaga surya untuk daerah yang sama sekali tidak teraliri listrik dan desa terpencil. Sebagian wilayah ini bahkan hanya bisa dijangkau dengan sepeda motor, seperti sejumlah anak desa di Kecamatan Halong," terang Musa, Senin (1/6).
Ada 21 Sasaran yang Ditinjau
Untuk merealisasikan rencana tersebut, Dishub Balangan saat ini tengah melakukan tahapan survei dan pematangan lokasi. Tercatat, ada 21 titik sasaran yang mulai ditinjau kelayakannya pada triwulan kedua tahun ini.
Kepala Bidang LLAJ Dishub Balangan, Muhammad menjelaskan, survei lapangan ini merupakan langkah krusial sebelum pemasangan fisik dilakukan.
Tujuannya agar penempatan tiang lampu benar-benar merata dan sesuai dengan kebutuhan rill di lapangan. Salah satu lokasi yang baru saja disurvei adalah Ambata, sebuah anak desa di wilayah Desa Uren, Kecamatan Halong.
"Kami mengecek langsung kondisi jalan, kepadatan permukiman, hingga titik-titik rawan kriminalitas maupun kecelakaan lalu lintas. Hasil survei bersama perangkat desa ini akan menjadi dasar penyusunan perencanaan teknis," jelas Muhammad.
Juga Fokus pada Delapan Anak Desa
Berdasarkan data Dishub, 21 titik yang disurvei tahun ini mencakup wilayah Desa Sungsum, Auh, Tundakan, Ambakiang, Halubau Utara, Tarangan, Telaga Purun, Mungkur Uyam, Gulinggang, Papuyuan, Sungai Awang, Kelurahan Paringin Timur, dan Batupiring.
Selain itu, pemasangan juga difokuskan pada delapan kawasan anak desa yang baru tersentuh program ini, yakni Sisirin, Ambata, Sawang, Ru'uk, Tanjungan Jilamu, Andamai, Rapit, dan Libaru Sungkai.
Tak hanya sekadar menerangi jalan, hadirnya PJU diharapkan membawa efek ganda bagi kehidupan masyarakat. Musa meyakini, jalanan yang terang akan memicu pergerakan aktivitas ekonomi warga pada malam hari, seperti tumbuhnya UMKM dan ritel desa.
"Dari sisi keamanan, cahaya terang sangat efektif mencegah tindak kejahatan karena membatasi ruang gerak pelaku, meminimalisir tempat persembunyian, serta mendukung efektivitas pengawasan," pungkasnya.
Editor : Sutrisno