Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Petugas Temukan Kursi hingga Televisi Hambat Aliran Air ! Dinas PUPR HSU Petakan Drainase di Jantung Kota Amuntai

M Akbar Radar Banjarmasin • Senin, 1 Juni 2026 | 13:50 WIB
MERAYAP: Petugas dari Dinas PUPR HSU dan Dinas Perkim dan LH, saat penelusuran dan pemetaan drainase utama di kawasan Jalan Ahmad Yani hingga Jalan Ahmad Dahlan untuk mengidentifikasi sumbatan dan kerusakan saluran air.
MERAYAP: Petugas dari Dinas PUPR HSU dan Dinas Perkim dan LH, saat penelusuran dan pemetaan drainase utama di kawasan Jalan Ahmad Yani hingga Jalan Ahmad Dahlan untuk mengidentifikasi sumbatan dan kerusakan saluran air.

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, AMUNTAI – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) melakukan pemetaan drainase utama di kawasan Jalan Ahmad Yani hingga Jalan Ahmad Dahlan, Kelurahan Murung Sari, sepanjang kurang lebih 500 meter.

Pemetaan dilakukan pada saluran drainase yang berfungsi mengalirkan limbah perkantoran dan rumah tangga menuju kawasan rawa atau cekungan di Desa Karias. Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk mengidentifikasi berbagai hambatan aliran air sekaligus menentukan kebutuhan rehabilitasi jaringan drainase perkotaan.

Kepala Dinas PUPR HSU Amos Silitonga melalui Kepala Bidang Cipta Karya Saiful Hidayat mengatakan, observasi dilakukan dengan menelusuri langsung bagian dalam gorong-gorong bersama Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim-LH).

“Tim kami bersama Dinas Perkim-LH melakukan penelusuran langsung ke dalam gorong-gorong untuk mengetahui kondisi sebenarnya. Dari hasil observasi ditemukan berbagai permasalahan yang cukup memprihatinkan,” ujar Saiful, Senin (1/6/2026).

Lumpur, Sampah hingga Barang Bekas Hambat Aliran Air

Dari hasil pemetaan, petugas menemukan berbagai penyebab terganggunya fungsi drainase. Mulai dari endapan lumpur yang mengurangi kapasitas saluran, tumpukan sampah, akar pohon yang masuk ke dalam drainase, hingga benda-benda berukuran besar yang seharusnya tidak berada di dalam saluran air.

Temuan yang paling mencolok adalah adanya kursi dan televisi rusak yang tersangkut di dalam drainase.

“Selain lumpur dan sampah, petugas juga menemukan kursi dan televisi rusak di dalam drainase. Temuan ini menunjukkan masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat terhadap pentingnya menjaga fungsi saluran air,” katanya.

Menurut Saiful, keberadaan berbagai benda tersebut dapat memperlambat bahkan menghentikan aliran air saat hujan deras. Jika dibiarkan, kondisi itu berpotensi memicu genangan hingga banjir di sejumlah kawasan perkotaan.

Warga Diajak Jaga Drainase Bersama

Untuk mencegah kerusakan yang lebih parah, Dinas PUPR HSU mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah ke saluran drainase dan menghindari menanam pohon berakar besar di sekitar drainase tertutup.

“Kami mengajak masyarakat bersama-sama menjaga kebersihan saluran air. Jangan membuang sampah ke drainase karena dampaknya akan kembali dirasakan oleh masyarakat sendiri. Selain itu, hindari menanam pohon di tepi drainase tertutup karena akarnya dapat merusak konstruksi dan menghambat aliran air,” tegasnya.

Warga Dukung Pembersihan Drainase

Sementara itu, warga Amuntai, Junaidi, mengapresiasi langkah pemerintah daerah yang turun langsung memeriksa kondisi drainase kota.

Menurutnya, upaya tersebut sangat penting mengingat genangan air masih sering terjadi di sejumlah ruas jalan ketika hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Amuntai.

“Kami mendukung langkah pemerintah melakukan pemetaan dan pembersihan drainase. Kalau salurannya lancar, genangan air bisa berkurang. Namun, masyarakat juga harus ikut menjaga dengan tidak membuang sampah sembarangan,” ujarnya.

Junaidi berharap hasil pemetaan segera ditindaklanjuti dengan rehabilitasi pada titik-titik drainase yang mengalami kerusakan agar sistem pembuangan air di pusat Kota Amuntai dapat kembali berfungsi secara optimal.

Editor : Eddy Hardiyanto
#Dinas PUPR HSU #Amuntai #Drainase