RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, AMUNTAI – Pengurus Cabang (PC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) menggelar Dialog Pemuda yang dirangkai dengan pelantikan Pengurus Anak Cabang (PAC) ISNU se-Kabupaten HSU, Kabupaten Barito Kuala, dan Kabupaten Balangan, di Aula BPKAD HSU, Minggu (31/5/2026).
Mengusung tema “Islam, Ilmu, dan Identitas di Tengah Arus Digital”, kegiatan tersebut menjadi ruang diskusi bagi generasi muda untuk memperkuat kapasitas intelektual sekaligus menjaga nilai-nilai keislaman di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
Bupati Kabupaten HSU, H Sahrujani yang hadir dalam kegiatan itu menyampaikan apresiasinya terhadap peran ISNU dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.
Menurutnya, kemajuan teknologi harus diimbangi dengan penguatan karakter dan nilai-nilai keagamaan agar generasi muda tidak kehilangan jati diri.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Umum PP ISNU, H Wardi Taufik, serta Kepala Biro Kepegawaian dan SDM Kementerian Agama RI, Dr Muhammad Zain yang mengikuti acara secara daring melalui Zoom.
Hadir pula Ketua PW ISNU Kalsel, Dr H Zainal Ilmi dan Sekretaris PW ISNU Kalsel, Dr H Abdi Fitria, unsur Forkopimda atau yang mewakili, Ketua LPTQ HSU, Ketua MUI HSU, Ketua STAI Rakha Amuntai, para Ketua PC ISNU dari HSU, Balangan, dan Barito Kuala, serta sejumlah tokoh organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan.
Dalam dialog yang berlangsung interaktif, para narasumber membahas berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda pada era digital. Mulai dari derasnya arus informasi, perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence), hingga pentingnya menjaga identitas keislaman dan budaya lokal di tengah perubahan sosial yang cepat.
H Wardi Taufik menegaskan bahwa sarjana Nahdlatul Ulama harus tampil sebagai pelopor dalam pengembangan ilmu pengetahuan, penguatan literasi digital, serta pemberdayaan masyarakat.
“Teknologi harus dimanfaatkan sebagai sarana dakwah, pendidikan, dan pengembangan peradaban yang membawa manfaat bagi umat,” ujarnya.
Sementara itu, Dr H Zainal Ilmi menilai tema yang diangkat sangat relevan dengan kondisi saat ini. Menurut dia, generasi muda dituntut tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan berpegang teguh pada nilai-nilai agama.
“Penguasaan ilmu pengetahuan harus berjalan seiring dengan penguatan akhlak dan identitas keislaman,” katanya.
Selain menjadi ajang diskusi, kegiatan tersebut juga menjadi momentum penguatan organisasi melalui pelantikan PAC ISNU dari tiga kabupaten. Kepengurusan baru diharapkan mampu memperluas peran ISNU hingga tingkat kecamatan melalui berbagai program pendidikan, pengabdian masyarakat, dan pengembangan sumber daya manusia.
Acara ditutup dengan prosesi pelantikan pengurus PAC ISNU se-Kabupaten HSU, Kabupaten Barito Kuala, dan Kabupaten Balangan. Para pengurus yang dilantik berkomitmen untuk memperkuat peran organisasi dalam membangun masyarakat yang berilmu, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan era digital.
Editor : Fauzan Ridhani