RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Rantau – Pemerintah Kabupaten Tapin menegaskan komitmennya untuk tetap mempertahankan tenaga honorer yang masih aktif bekerja, khususnya para guru honorer yang selama ini menjadi bagian penting dalam dunia pendidikan di daerah.
Bupati Tapin H Yamani memastikan tidak ada kebijakan pemutusan kontrak terhadap tenaga honorer yang masih menjalankan tugasnya. Sikap tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap keberlangsungan pekerjaan dan kesejahteraan para tenaga honorer.
“Tidak ada pemutusan kontrak, baik itu guru honorer maupun yang lainnya,” tegas H Yamani, Minggu (31/5/2026).
Menurutnya, pemerintah daerah memahami peran besar tenaga honorer dalam mendukung pelayanan publik, terutama di sektor pendidikan.
"Karena itu, Pemkab Tapin terus berupaya memperjuangkan nasib para honorer agar tetap mendapatkan kepastian dalam bekerja," tuturnya.
Komitmen tersebut mendapat dukungan dari DPRD Tapin. Ketua DPRD Tapin Achmad Riduan Syah mengapresiasi langkah yang diambil pemerintah daerah dalam menjaga keberlangsungan tenaga honorer.
Ia menegaskan DPRD bersama pemerintah daerah akan berupaya maksimal mencari solusi terbaik bagi para honorer, terutama guru yang selama ini telah mengabdikan diri mencerdaskan generasi muda.
“Kita apresiasi kepada para guru yang sudah melakukan pembelajaran. Kita dari DPRD tentunya berkomitmen agar hal-hal yang merugikan tenaga honorer tidak akan terjadi di Tapin,” ujarnya.
Politisi partai Golkar itu menambahkan, perhatian terhadap guru honorer tidak hanya sebatas mempertahankan status pekerjaan mereka, tetapi juga bagaimana meningkatkan kesejahteraan di masa mendatang.
“Tentunya harapan lebih lagi, bagaimana guru yang masih honorer bisa semakin disejahterakan,” katanya.
Editor : Arif Subekti