RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARBARU – Kondisi mayoritas angkutan umum di Kota Banjarbaru yang mulai dimakan usia mendapat perhatian serius. DPC Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Banjarbaru langsung tancap gas menetapkan program peremajaan armada sebagai agenda prioritas utama yang harus segera dieksekusi demi meningkatkan kenyamanan dan keselamatan efisiensi transportasi publik di Kota Idaman.
Ketua DPC Organda Banjarbaru terpilih pada Muscab 2026, Helvyn Girsang, menegaskan bahwa langkah pembaharuan unit ini merupakan kebutuhan yang paling mendesak di lapangan.
Faktor usia kendaraan yang sudah tua dinilai menjadi pemicu utama menurunnya kualitas layanan bagi masyarakat pengguna jasa transportasi.
"Fokus utama kami saat ini adalah pembaharuan armada karena sebagian besar unit yang ada sudah berusia tua. Kami sedang menyusun proposal yang nantinya diajukan ke Pemerintah Kota Banjarbaru," tegas Helvyn, Minggu (31/5).
Berdasarkan data Organda, saat ini terdapat 95 dari total 115 unit armada yang masih aktif beroperasi di Banjarbaru. Namun, hampir seluruh unit aktif tersebut kondisinya sudah terbilang uzur.
Helvyn menargetkan, lewat program baru ini, seluruh unit armada milik anggota Organda Banjarbaru bisa diremajakan tanpa terkecuali.
Guna memuluskan proyek fisik ini, Organda berharap Pemkot Banjarbaru dapat memberikan dukungan konkret. Salah satunya berupa fasilitas penjaminan ke Bank BPD (Bank Kalsel).
"Ya kita harapkan ini dapat mempermudah para pemilik armada dalam mengakses pinjaman modal untuk pengadaan unit kendaraan yang baru," cetusnya.
Selain merombak fisik kendaraan, Organda juga membidik pembenahan jalur operasional. Pihaknya berencana melakukan audiensi dalam waktu dekat dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjarbaru untuk menyelaraskan pembagian jalur trayek, khususnya terkait operasional angkutan feeder.
Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada gesekan di lapangan jika nantinya ada penambahan jalur baru seiring dengan masuknya armada peremajaan.
Di sisi lain, peremajaan armada ini juga diharapkan berimplikasi positif terhadap program Angkutan Pelajar Gratis (APG) yang dikelola bersama Pemkot Banjarbaru.
Saat ini, skema kuota APG dibagi proporsional, yakni 50 persen menggunakan armada milik anggota Organda dan 50 persen menggunakan armada milik Pemkot.
Rencana Organda Banjarbaru ini pun mendapat dukungan penuh dari tingkat provinsi. Ketua DPD Organda Kalsel, Edi Sucipto, menyatakan dukungannya terhadap langkah agar industri transportasi darat di Banjarbaru tidak tertinggal.
"Organda harus selalu dinamis dan mengedepankan kerja sama dengan pemerintah setempat, khususnya Dinas Perhubungan. Tujuannya agar program peremajaan dan pelayanan pemerintah berjalan lancar, dan Organda bisa terus berkembang menghadapi tantangan zaman," pungkas Edi.
Sekadar mengetahui, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Banjarbaru melaksanakan musyawarah cabang tahun 2026. Helvyn Girsang terpilih secara aklamasi menakhodai Organda Banjarbaru untuk periode kedua yakni 2026–2030.
Editor : Arif Subekti