Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Kunjungi Tanah Laut, Wamen ATR/BPN Tekankan Mediasi Jadi Kunci Redam Konflik Lahan

Norsalim Yahya • Minggu, 31 Mei 2026 | 14:46 WIB
KUNKER : Bupati Tala H Rahmat Trianto saat menyambut kedatangan Wamen ATR/BPN Ossy Dermawan di Kabupaten Tala, Minggu (31/5/2026). (Foto : Norsalim Yahya/Radar Banjarmasin)
KUNKER : Bupati Tala H Rahmat Trianto saat menyambut kedatangan Wamen ATR/BPN Ossy Dermawan di Kabupaten Tala, Minggu (31/5/2026). (Foto : Norsalim Yahya/Radar Banjarmasin)

 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM.  Wakil Menteri (Wamen) Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Ossy Dermawan, menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan pertanahan yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Tanah Laut (Tala), Minggu (31/5/2026).

Dalam kunjungan yang berlangsung di Balairung Tuntung Pandang, Ossy menegaskan bahwa pembenahan data pertanahan menjadi hal krusial, terutama seiring pelaksanaan Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang kini tidak hanya mengejar kuantitas, tetapi juga kualitas.

“Secara internal, BPN terus memperbaiki data-data pertanahan sambil melanjutkan program PTSL. Karena sebelumnya program ini dilaksanakan secara masif, kini fokusnya juga diarahkan pada peningkatan kualitas dengan dukungan teknologi,” ujarnya.

Selain itu, Ossy menyoroti pentingnya penyelesaian sengketa lahan melalui pendekatan mediasi. Menurutnya, metode ini menjadi langkah strategis dalam meredam konflik pertanahan yang kerap melibatkan banyak pihak.

“Mediasi menjadi salah satu langkah penting dalam penyelesaian konflik pertanahan. Pemerintah daerah diharapkan mampu mendorong solusi yang bersifat permanen,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa sengketa lahan merupakan persoalan yang terjadi di banyak daerah bahkan secara global, sehingga kehadiran negara diperlukan untuk memberikan perlindungan serta kepastian hukum kepada masyarakat.

Tak hanya itu, Ossy mengingatkan pentingnya penyegaran organisasi melalui rotasi jabatan, khususnya bagi pejabat yang telah terlalu lama menduduki posisi tertentu. Hal ini dinilai penting untuk menjaga profesionalitas serta mencegah potensi penyimpangan.

“Sesuai arahan Menteri ATR/BPN, pejabat yang terlalu lama menjabat perlu dilakukan rotasi demi menjaga integritas organisasi,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Tala H Rahmat Trianto menyampaikan bahwa tingginya nilai ekonomi lahan di wilayahnya kerap memicu berbagai persoalan pertanahan. Meski demikian, pemerintah daerah terus berupaya menyelesaikan berbagai sengketa yang ada.

“Tanah Laut memiliki lahan yang sangat subur dan bernilai tinggi sehingga tidak jarang memunculkan sengketa. Namun, kami terus berupaya menyelesaikannya bersama pihak terkait,” ujar Rahmat.

Dalam kunjungan tersebut juga dilakukan penyerahan sertifikat tanah secara simbolis kepada masyarakat penerima program PTSL. Selain itu, ATR/BPN Tala menyerahkan 106 sertifikat Barang Milik Daerah (BMD).

Kunjungan kerja ini turut dihadiri jajaran Forkopimda, Kepala SKPD, Camat, serta berbagai pemangku kepentingan di Kabupaten Tala. 

Editor : Arif Subekti
#mediasi untuk meredam #konflik lahan #menteri atr kunjungi tanah laut