Ratusan Pelajar di Tiga Kabupaten Siap Bertarung di Semifinal Cambridge Competition 2026
Jamaluddin Radar Banjarmasin• Jumat, 29 Mei 2026 | 15:12 WIB
TES: Peserta mengikuti seleksi Cambridge Competition 2026 berbasis komputer di salah satu lokasi ujian di HST. (Foto: Humaidi untuk Radar Banjarmasin)RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Barabai-Sebanyak 406 pelajar dari berbagai sekolah di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Hulu Sungai Selatan (HSS), dan Balangan tembus ke semifinal Cambridge Competition 2026.
Peserta yang lolos diumumkan secara resmi oleh penyelenggara Murakata Students Learning & Support Centre.
Para pelajar telah melalui tahapan seleksi awal dengan penilaian berdasarkan kemampuan, performa, dan kompetensi peserta selama babak penyisihan.
Ketua Panitia Cambridge Competition, Ahmad Humaidi mengatakan, para peserta yang lolos merupakan siswa terbaik yang berhasil memenuhi standar penilaian di masing-masing kategori lomba.
“Peserta yang lolos merupakan siswa yang menunjukkan kemampuan dan potensi terbaik untuk melanjutkan ke tahap berikutnya dalam kompetisi bahasa inggris ini,” ujarnya, Jumat (29/5/2026).
Ia menjelaskan, kompetisi tersebut dibagi menjadi empat kategori, yakni Starters, Movers SD, Movers SMP, dan Flyers. Masing-masing kategori memiliki passing grade berbeda sesuai tingkat kemampuan peserta.
Dari total 406 peserta yang lolos ke semifinal, kategori Starters sebanyak 106 peserta, Movers SD 100 peserta, Movers SMP 102 peserta, dan Flyers sebanyak 98 peserta.
Untuk pelaksanaan semifinal, panitia telah menyiapkan sejumlah lokasi ujian di tiga kabupaten. Di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, semifinal akan digelar di SDN 1 Barabai Timur dan SDN 2 Barabai Timur.
Sementara di Kabupaten Hulu Sungai Selatan dipusatkan di SMPIT Qurrata A’yun Kandangan, sedangkan di Kabupaten Balangan dilaksanakan di SMKN 1 Batumandi dan SMPN 4 Paringin.
Peserta yang berhasil lolos berasal dari berbagai jenjang pendidikan mulai dari SD/MI, SMP/MTs hingga SMA/SMK/MA.
Ahmad Humaidi berharap para peserta dapat mempersiapkan diri lebih maksimal menghadapi semifinal dan terus meningkatkan kemampuan bahasa Inggris mereka.
“Melalui kompetisi ini kami ingin mendorong semangat belajar serta meningkatkan kualitas kemampuan bahasa Inggris pelajar di daerah,” tutupnya.