RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Amuntai– Sebanyak 25 unit lampu penerangan jalan umum (PJU) tenaga surya atau solar cell di sepanjang Jalan H. Fakhrudin atau By Pass Amuntai, Kecamatan Amuntai Utara, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) dilaporkan mengalami kerusakan.
Sebagian lampu tidak berfungsi optimal, bahkan satu tiang PJU dikabarkan roboh sehingga memicu keresahan masyarakat dan pengguna jalan.
Kondisi penerangan jalan yang berkurang pada malam hari dinilai membahayakan pengendara, terlebih ruas tersebut merupakan jalur utama penghubung antarwilayah di Kabupaten HSU.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perhubungan HSU Moch. Arifil, S.STP, telah mengajukan permohonan perbaikan kepada Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Selatan.
Dalam surat tersebut, Dishub HSU menegaskan kerusakan PJU berdampak langsung terhadap keselamatan dan kenyamanan masyarakat saat melintas pada malam hari.
“Kerusakan tersebut tentunya berdampak pada menurunnya tingkat keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan, khususnya pada malam hari,” ujarnya pada media ini Jumat (29/5/2026).
Ia menjelaskan, PJU solar cell di kawasan By Pass Amuntai merupakan kewenangan pemerintah provinsi sehingga pihak kabupaten tidak dapat melakukan perbaikan secara menyeluruh.
Karena itu, lanjut Arifil pihaknya meminta pemerintah provinsi untuk melakukan pengecekan teknis dan perbaikan agar kondisi penerangan jalan kembali optimal.
“Kami memohon kepada Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Selatan kiranya dapat melakukan pengecekan serta perbaikan terhadap lampu PJU solar cell dimaksud,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Selatan terkait permohonan tersebut.
Jalan Gelap, Warga Waswas Saat Melintas
Sementara itu, warga berharap perbaikan segera dilakukan mengingat By Pass Amuntai menjadi salah satu jalur vital yang ramai dilintasi kendaraan setiap hari.
Ahmad salah seorang pengendara sepeda motor, mengaku waswas saat melintas di kawasan tersebut pada malam hari.
“Penerangannya kurang, kadang lubang atau batu di pinggir jalan tidak terlihat jelas. Kalau sampai jatuh tentu berbahaya,” ujarnya.
Ahmad juga meminta pemerintah daerah maupun provinsi melakukan evaluasi berkala terhadap sistem pemeliharaan PJU tenaga surya di Kalimantan Selatan.
“Ini bukan sekadar soal penerangan, tetapi juga menyangkut keselamatan pengguna jalan. Jangan menunggu rusak parah baru diperbaiki,” katanya.
Sebelumnya, Dishub HSU juga sempat melaporkan gangguan serupa di sejumlah titik lain di wilayah kabupaten. Dengan adanya laporan terbaru ini, masyarakat berharap koordinasi antara pemerintah kabupaten dan provinsi semakin ditingkatkan agar perawatan infrastruktur jalan dapat berjalan optimal.
Editor : Sutrisno