Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Pengelolaan Aset Belum Sinkron, Skema BTS Banjarbakula Tertunda

Sheilla Farazela • Selasa, 26 Mei 2026 | 11:42 WIB
BUS TAYO: Skema Buy The Service (BTS) yang akan diterapkan pada Bus Rapid Transit (BRT) Banjarbakula kandas karena terganjal aturan.
BUS TAYO: Skema Buy The Service (BTS) yang akan diterapkan pada Bus Rapid Transit (BRT) Banjarbakula kandas karena terganjal aturan.

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARBARU – Harapan perbaikan tata kelola Bus Rapid Transit (BRT) Banjarbakula melalui skema Buy The Service (BTS) tahun ini dipastikan kandas. Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terpaksa menunda eksekusi anggaran yang telah disiapkan lantaran terbentur regulasi pengelolaan aset yang belum sinkron.

Kepala Dishub Kalsel, M. Fitri Hernadi, mengungkapkan bahwa rancangan BTS sejatinya ditujukan untuk meningkatkan standar pelayanan dengan menyerahkan operasional armada kepada pihak ketiga. Namun, proses tersebut terganjal ketidakjelasan aturan.

“Masih ada regulasi yang rancu terkait status aset, mekanisme sewa, tarif, hingga tanggung jawab pemeliharaan armada,” ujarnya.

Karena anggaran BTS tidak bisa dijalankan, Dishub Kalsel menghentikan pola operasional lama dan menyusun konsep baru berbasis APBD murni. Sebagai solusi jangka pendek, Dishub akan meluncurkan layanan shuttle khusus yang membidik kawasan perkantoran di Banjarbaru dan Banjarmasin.

Tahap awal, tiga unit armada akan dikerahkan sebagai pilot project pada Juni atau Juli 2026, bertepatan dengan Hari Jadi Kalsel. Efektivitasnya akan dievaluasi sepanjang tahun sebelum dimaksimalkan pada 2027.

Selain shuttle, strategi rerouting juga digulirkan. Titik keberangkatan sebagian armada yang semula di Pal 6 dipindahkan ke kawasan Belitung, Banjarmasin. Dari sana, bus bergerak menuju Kilometer 0 lalu melintas ke Banjarbaru via Jalan Trikora untuk mengakomodasi mobilisasi ASN dan masyarakat yang berkepentingan di perkantoran pemprov.

Dishub juga memburu lokasi baru untuk pembangunan pool di Banjarbaru agar pergerakan bus dari dua arah lebih seimbang. Persoalan menumpuknya penumpang pada jam sibuk pagi dan sore menjadi fokus pembenahan.

Alih-alih membeli armada baru, Dishub mendesak operator melakukan peremajaan unit secara mandiri. Operator diminta menyediakan bus listrik berkapasitas besar untuk menggantikan dua hingga tiga bus kecil berkapasitas 25 penumpang saat jam sibuk. “Logikanya, satu bus besar bisa menggantikan peran dua sampai tiga bus kecil. Ini lebih efisien,” tegas Fitri.

Editor: Oscar Fraby

Editor : Arief
#BTS Banjarbakula #kalimantan selatan #Transportasi