RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Martapura - Dinas Pertanian Kabupaten Banjar memastikan ribuan hewan kurban yang disiapkan untuk Iduladha 1447 Hijriah dalam kondisi sehat dan bebas penyakit.
Kepastian itu diperoleh setelah hasil pemeriksaan laboratorium veteriner terhadap sampel hewan kurban dinyatakan aman.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, drh Lulu Vila Vardi, mengatakan pemeriksaan kesehatan hewan kurban telah dilakukan selama sebulan terakhir.
Petugas mendatangi pedagang hingga pengumpul sapi untuk melakukan pemeriksaan fisik sekaligus pengambilan sampel kotoran dan darah.
“Semua sapi kami periksa secara fisik, termasuk mengambil sampel kotoran dan sebagian sampel darah,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Jumat (22/5/2026).
Sampel tersebut kemudian diuji di laboratorium veteriner (B-Vet) untuk memastikan kondisi kesehatan hewan sebelum dijual kepada masyarakat.
“Hasil dari laboratorium B-Vet sudah keluar. Insyaallah semua sapi yang ada di Kabupaten Banjar, stok kita, sehat dan tidak ada masalah,” tegas Lulu.
Selain memastikan kesehatan hewan, Distan Banjar juga menjamin ketersediaan stok kurban tahun ini masih aman.
Saat ini, jumlah sapi kurban yang tersedia mencapai sekitar 2.500 ekor. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Iduladha.
“Kalau tahun kemarin jumlah pemotongan kita sekitar 2.020 ekor, sementara stok kita saat ini sekitar 2.500 ekor,” jelasnya.
Meski stok sementara disebut sedikit menurun dibanding tahun sebelumnya, pasokan hewan kurban dipastikan tetap aman.
Jika terjadi lonjakan permintaan, distribusi tambahan masih dapat didatangkan dari daerah sekitar.
“Apabila nantinya terjadi kekurangan stok, pasokan hewan kurban masih dapat didatangkan dari daerah sekitar seperti Banjarmasin maupun Banjarbaru,” katanya.
Tak hanya fokus pada kesehatan hewan sebelum disembelih, Dinas Pertanian Banjar juga menyiapkan pemeriksaan antemortem dan postmortem saat pelaksanaan kurban nanti.
Pemeriksaan antemortem dilakukan sebelum penyembelihan untuk memastikan hewan layak kurban.
Sedangkan postmortem, lanjut Lulu, dilakukan setelah pemotongan guna memastikan daging aman dikonsumsi masyarakat.
Pada hari pelaksanaan Iduladha, Distan Banjar juga akan melibatkan juru sembelih halal (Juleha) untuk membantu proses penyembelihan di lapangan.
Kelompok Juleha yang telah terbentuk sejak dua tahun terakhir itu dinilai membantu mengatasi keterbatasan jumlah petugas pengawasan hewan kurban.
“Peran mereka sangat kami perlukan pada saat hari H untuk membantu kita, karena memang ada keterbatasan petugas,” pungkas Lulu.
Editor : Sutrisno