Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Operasional Keberangkatan Haji Embarkasi Banjarmasin Rampung, Menyisakan Puluhan Kursi Kosong

Sheilla Farazela • Kamis, 21 Mei 2026 | 12:42 WIB
Suasana pemberangkatan Calon Jemaah Haji kloter BDJ 19 di Embarkasi Banjarmasin (HUMAS KEMENHAJ)
Suasana pemberangkatan Calon Jemaah Haji kloter BDJ 19 di Embarkasi Banjarmasin (HUMAS KEMENHAJ)

 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarbaru - Fase pemberangkatan jemaah haji melalui Embarkasi Banjarmasin resmi berakhir. 

Menyusul diterbangkannya kelompok terbang (kloter) BDJ 19, yang membawa 353 jemaah gabungan dan petugas menuju Tanah Suci, Kamis (21/5) dini hari.

Kloter terakhir ini merupakan gabungan jemaah dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. 

Di antaranya berasal dari Kota Banjarmasin, Kabupaten Tabalong, Kota Banjarbaru, Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Tengah, Tapin, Balangan, Kotabaru, Barito Kuala, serta Kabupaten Sukamara, Kotawaringin Timur, dan Murung Raya.

Dengan terbangnya kloter BDJ 19, total jemaah yang diberangkatkan melalui Embarkasi Banjarmasin tahun ini mencapai 6.804 orang. Angka tersebut terdiri dari 6.728 jemaah dan 76 petugas kloter.

Ketua PPIH Embarkasi Banjarmasin, Eddy Khairani mengungkapkan, secara umum operasional pemberangkatan berjalan sesuai jadwal. Meski demikian, tercatat ada deviasi dari target kuota awal akibat adanya jemaah yang batal berangkat.

"Berdasarkan plot kuota awal, total rencana keberangkatan mencapai 6.834 orang. Namun, pada realisasinya terdapat 30 kursi kosong (open seat)," kata Eddy.

Ia merinci, penyusutan jumlah jemaah tersebut terjadi dalam dua fase yakni sebelum masuk asrama. Sebanyak 10 jemaah batal berangkat. Rinciannya, 8 orang meninggal dunia, 1 orang karena hamil, dan 1 orang karena alasan mendesak lainnya.
 
"Setelah Masuk Asrama, 20 jemaah batal berangkat. Mayoritas dipicu oleh faktor kesehatan (sakit) hasil pemeriksaan akhir, serta adanya pendamping yang memilih menunda keberangkatan demi menjaga keluarganya," sebutnya.

Tingginya angka jemaah yang batal karena faktor kesehatan dan usia menjadi catatan tersendiri bagi PPIH. Menyadari dominasi jemaah kelompok usia lanjut (lansia) dan risiko tinggi (risti) pada musim haji kali ini, instansi menekankan pengetatan pelayanan humanis di lapangan.

Petugas Haji Daerah (PHD) dan petugas kloter diinstruksikan untuk memberikan pengawasan ekstra kepada kelompok prioritas, termasuk jemaah uzur, penyandang disabilitas, dan jemaah perempuan.

"Petugas diminta tidak sekadar menjalankan fungsi administratif, melainkan wajib sigap melakukan pendampingan fisik untuk memberikan rasa aman kepada jemaah yang memiliki keterbatasan," tegas Eddy.

Saat ini, seluruh jemaah asal Embarkasi Banjarmasin yang sudah berada di Tanah Suci dilaporkan telah menyelesaikan ibadah umrah wajib. 

Selain itu, proses administrasi dan pembayaran DAM untuk haji tamattu juga telah rampung diselesaikan. 

Kini jemaah tengah bersiap menghadapi puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Editor : M Oscar Fraby
#Embarkasi Banjarmasin #haji #ppih