RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Batulicin - Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Batulicin ditunjuk untuk menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penunjukan itu menjadikan lapas tersebut sebagai salah satu titik pelaksanaan program nasional pemenuhan gizi yang menyasar masyarakat.
Peresmian bangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) digelar pada, Rabu (20/5). Saat ini, pihak lapas masih menunggu regulasi teknis dari Badan Gizi Nasional dan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan terkait pelaksanaan program tersebut.
Meski demikian, bangunan dapur untuk mendukung program MBG telah selesai dibangun. Mantan Kalapas Batulicin Arifin Akhmad mengatakan program tersebut menjadi tanggung jawab besar karena berkaitan langsung dengan pengelolaan makanan.
“Ini tugas berat karena mengelola makanan, jadi jangan sampai tidak sesuai SOP,” ujarnya.
Namun, ia optimistis Kepala Lapas Batulicin yang baru, Thoha Yahya Umar Sidiq, mampu menjalankan program tersebut. Karena selama ini Lapas Batulicin sendirian telah terbiasa mengelola kebutuhan makanan bagi warga binaan.
Dalam pelaksanaannya nanti, satu dapur MBG akan dikelola sekitar 50 tenaga kerja yang terdiri dari kepala SPPG, akuntan, ahli gizi, serta warga binaan.
Arifin menjelaskan, warga binaan yang dilibatkan terlebih dahulu akan menjalani asesmen dan pelatihan sebelum bertugas di dapur. Menurutnya, keterlibatan warga binaan juga menjadi bagian dari program pemberdayaan di dalam lapas.
Sementara itu, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Batulicin yang baru, Thoha Yahya Umar Sidiq, menyatakan siap menjalankan amanah yang diberikan kepadanya.
Ia berkomitmen melanjutkan program-program yang telah berjalan, termasuk peningkatan pelayanan dan pembinaan bagi warga binaan.
Thoha juga meminta dukungan dari seluruh pihak, baik jajaran pegawai maupun instansi terkait, agar pelaksanaan tugas di Lapas Batulicin dapat berjalan optimal.
Editor : Arif Subekti