RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Kotabaru – Nama Kota Gaib Saranjana di Kotabaru, rupanya masih menjadi magnet yang luar biasa kuat bagi masyarakat luar, Rabu (20/5).
Imbasnya, Desa Oka-Oka di Kecamatan Pulau Laut Kepulauan belakangan ini mendadak kerap disambangi orang-orang dari berbagai penjuru daerah yang penasaran dengan keberadaan kota misterius tersebut.
Kepala Desa Oka-Oka, Basri membeberkan, gelombang kedatangan orang luar ini sudah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan, baru-baru tadi, desanya kembali kedatangan tamu yang berniat mencari tahu letak persis kota gaib tersebut.
“Yang datang ke sini rata-rata orang jauh. Ada yang dari Banjarmasin, beberapa kota lain di Kalsel, bahkan sering juga dari Pulau Jawa dan Sulawesi,” ujar Basri.
Dari hasil perbincangannya dengan para pendatang, motivasi mereka berkunjung ternyata beragam. Tidak melulu karena penasaran dengan mitos perkotaan modern yang tak kasat mata itu, sebagian di antaranya bahkan ada yang nekat datang untuk tujuan mistis.
“Ada yang sekadar penasaran, tapi ada juga sampai yang melakukan ritual untuk mencari harta karun di sana,” bebernya.
Basri menjelaskan, secara geografis, nama Saranjana memang melekat di wilayahnya. Di sana berdiri sebuah gunung yang dikenal warga dengan nama Gunung Saranjana.
Selain menyimpan cerita mistis, kawasan ini sebenarnya memiliki panorama alam yang eksotis, salah satunya tebing-tebing batu yang menjulang indah.
Di lokasi tersebut, terdapat sebuah goa yang dianggap sakral, baik oleh warga setempat maupun oleh para pelancong yang datang. Saking kentalnya aura mistis di sana, kawasan Gunung Saranjana ini sampai memiliki juru kunci khusus.
“Memang ada warga Oka-Oka yang digelari sebagai juru kunci di sana. Namanya Shania dan Danna,” ungkap Kades.
Sejauh ini, lanjut Basri, belum pernah ada pihak yang masuk ke kawasan tersebut untuk melakukan penelitian secara ilmiah.
Sadar akan besarnya potensi kunjungan yang dipicu oleh nama besar Saranjana, Pemerintah Desa Oka-Oka pun tidak mau tinggal diam. Mereka melihat ada peluang ekonomi untuk mendongkrak pariwisata desa.
Saat ini, Pemdes Oka-Oka tengah menyusun rencana matang untuk membuka destinasi wisata resmi di sekitar kawasan tersebut, meski posisinya nanti akan digeser agak jauh dari titik yang dianggap sakral.
“Kami ada rencana membuka dan mengelola tempat itu lewat Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Saat ini statusnya masih dalam tahap perencanaan. Kami mencoba membaca peluang karena melihat banyaknya orang yang datang ke sini,” tutupnya optimis.
Editor : M Oscar Fraby