Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

BMKG Ingatkan Cuaca Ekstrem di Banua: Pasang Air Laut Hingga 3 Meter, Beberapa Titik Terdampak Banjir

Sheilla Farazela • Rabu, 20 Mei 2026 | 11:39 WIB
TERENDAM: Sekolah dari jenjang PAUD hingga SMP di HST terdampak banjir. (Disdik HST)
TERENDAM: Sekolah dari jenjang PAUD hingga SMP di HST terdampak banjir. (Disdik HST)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARBARU - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor mengeluarkan peringatan dini bagi masyarakat Kalsel. Dalam sepekan ke depan, periode 20–26 Mei 2026, wilayah Kalsel diprakirakan dilanda cuaca ekstrem disertai potensi pasang air laut (rob) hingga tiga meter di kawasan pesisir.

Prakirawan BMKG, Liesda Dwi Kartika, menjelaskan bahwa kondisi cuaca saat ini memasuki masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau (pancaroba). “Karakteristik pancaroba adalah hujan lebat tiba-tiba, angin kencang, puting beliung, bahkan hujan es,” ujarnya, Selasa (19/5).

BMKG membagi periode rawan cuaca ekstrem menjadi dua fase. Pertama pada 20–22 Mei 2026, saat itu diprakirakan hujan sedang hingga lebat berpotensi mengguyur wilayah utara (Tabalong, Balangan, Hulu Sungai Utara) dan barat (Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan, Tapin, Barito Kuala, Kabupaten Banjar, Banjarmasin, serta Banjarbaru).

Sedangkan di fase kedua pada 23–26 Mei 2026, diprakirakan cuaca bergeser ke berawan dan hujan ringan, namun hujan sedang masih mengintai kawasan pesisir dan tenggara seperti Kotabaru, Tanah Bumbu, dan Tanah Laut.

Suhu udara diprakirakan berada pada rentang 23–34 derajat Celcius dengan kelembapan tinggi mencapai 65–98 persen. Angin bertiup dari Timur Laut hingga Selatan dengan kecepatan 5–30 km/jam.

BMKG juga menyoroti jam-jam rawan cuaca ekstrem. Contohnya pada Kamis, 21 Mei malam hingga dini hari, wilayah Banjarmasin, Tabalong, dan Kotabaru wajib siaga. Selain itu, pada 23–24 Mei siang hingga sore, cuaca buruk diprediksi merata di hampir seluruh kabupaten/kota di Kalsel.

Selain cuaca ekstrem, BMKG mengingatkan masyarakat pesisir untuk mewaspadai rob dengan ketinggian pasang air laut mencapai tiga meter. Kondisi ini berpotensi mengganggu aktivitas nelayan, transportasi laut, serta menimbulkan genangan di kawasan rendah.

“Kami mengimbau warga menjaga kesehatan di tengah cuaca tidak menentu, tidak membakar sampah sembarangan untuk mengantisipasi kekeringan lokal, serta selalu memantau informasi resmi BMKG,” pesan Liesda.

Sementara, sejumlah sekolah tingkat PAUD, SD hingga SMP di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) terdampak banjir akibat tingginya curah hujan dan meluapnya sungai di beberapa wilayah. Data Dinas Pendidikan HST, sekolah terdampak tersebar di sejumlah kecamatan seperti Barabai, Haruyan, Batu Benawa, Pandawan hingga Labuan Amas Selatan.

Untuk tingkat SMP, sekolah yang terdampak di antaranya SMPN 33 Satap HST di Kecamatan Haruyan, SMPN 3 HST dan SMPN 1 HST di Kecamatan Barabai.

Sedangkan pada jenjang SD, sekolah terdampak meliputi SD Negeri 1 Aluan, SDN Barabai Utara, SD Negeri 2 Barabai Darat, SD Negeri 3 Barabai Darat, SD Negeri Haruyan, SD Negeri Tabudarat Hulu, SD Negeri 3 Mandingin hingga SDN Masiraan.

Selain itu, sejumlah satuan PAUD juga turut terdampak banjir, seperti TKn 5 Batu Benawa, TK Rahmat Barabai, TK Ruhui, TK dan TPA Teratai, SPS Teratai serta TK Aisyiyah Bustanul Athfal Barabai.

Kabid SD Dinas Pendidikan HST, Badarudin mengatakan hingga saat ini kegiatan belajar mengajar tetap berjalan seperti biasa dan belum ada kebijakan meliburkan sekolah. “Sekolah tetap dibuka dan Dinas Pendidikan HST belum mengeluarkan edaran untuk libur sekolah,” ujarnya, Selasa (19/5).

Ia menjelaskan, pihak sekolah diminta tetap memantau kondisi lingkungan masing-masing dan mengutamakan keselamatan peserta didik maupun tenaga pendidik. Sementara itu, Kabid Sarpras Dinas Pendidikan HST, Bayhaki Novi mengatakan kondisi banjir di sejumlah sekolah mulai berangsur surut. “Contohnya banjir sempat merendam halaman SMPN 33 Satap HST saat ini sudah kering,” katanya.

Editor: Oscar Fraby

Editor : Arief
#Banjir #hulu sungai tengah #kalimantan selatan #Cuaca Ekstrem #bmkg