Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Kehutanan dan Ketahanan Pangan Jadi Fokus Kuliah Umum Wamenko Pangan RI di ULM

admin • Selasa, 19 Mei 2026 | 20:55 WIB
AKADEMIS: Wamenko Pangan RI, Hanif Faisol Nurofiq mengisi kuliah umum tentang kehutanan dan ketahanan pangan di ULM Banjarbaru, belum lama tadi.
AKADEMIS: Wamenko Pangan RI, Hanif Faisol Nurofiq mengisi kuliah umum tentang kehutanan dan ketahanan pangan di ULM Banjarbaru, belum lama tadi.

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARBARU – Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan (Dishut Kalsel) Fathimatuzzahra menghadiri kuliah umum bertema “Peran Strategis Kehutanan dalam Mendukung Ketahanan Pangan Nasional melalui FOLU Net Sink 2030” yang disampaikan Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Hanif Faisol Nurofiq di Ruang Sidang Lantai 3 Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Banjarbaru. Kegiatan tersebut dihadiri mahasiswa Program S1, S2, dan S3 Fakultas Kehutanan ULM, civitas akademika, serta para dosen.

Dalam paparannya, Hanif menegaskan kehutanan dan pangan merupakan dua sektor yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan. Ia menjelaskan hutan bukan hanya kumpulan pohon, tetapi merupakan infrastruktur kehidupan yang menjaga tata air, kesuburan tanah, biodiversitas, serta stabilitas iklim yang menjadi fondasi utama sistem pangan nasional. Menurutnya, keberhasilan program FOLU Net Sink 2030 tidak hanya berorientasi pada penurunan emisi karbon, tetapi juga menjadi strategi memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan Indonesia melalui rehabilitasi hutan dan lahan, restorasi gambut dan mangrove, perhutanan sosial, hingga pengembangan multiusaha kehutanan berbasis pangan.

Selain itu, Hanif juga menyoroti ancaman triple planetary crisis berupa perubahan iklim, kerusakan lingkungan, dan hilangnya keanekaragaman hayati yang berdampak langsung terhadap sektor pangan. Ia menyebut apabila hutan rusak maka tata air akan terganggu, risiko banjir dan kekeringan meningkat, serta produktivitas pangan menjadi rentan. Karena itu, ia mengajak generasi muda kehutanan untuk menjadi bagian penting dalam pembangunan ekonomi hijau dan ketahanan pangan berkelanjutan melalui inovasi, riset, dan penguatan pengelolaan hutan lestari.

Sementara itu, Kepala Dishut Kalsel, Fathimatuzzahra menyampaikan materi yang disampaikan Wamenko Pangan RI sejalan dengan berbagai program FOLU Net Sink 2030 yang telah dilaksanakan pihaknya di sejumlah wilayah kerja KPH. Program tersebut meliputi rehabilitasi hutan dan lahan (RHL), penanaman dan pemeliharaan tanaman, fasilitasi serta pembinaan Kelompok Tani Hutan (KTH), hingga monitoring dan evaluasi tanaman pada lokasi kegiatan FOLU. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi upaya nyata dalam menjaga kelestarian hutan, memperkuat fungsi ekologis kawasan, sekaligus mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan secara berkelanjutan.

Editor : Fauzan Ridhani
#Wamenko Bidang Pangan #Dishut Kalsel #Hanif Faisol Nurofiq #banjarbaru #Dinas Kehutanan